Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

PBB: 1 Juta Warga Palestina Terancam Kelaparan

Jumat 10 May 2019 12:00 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Nur Aini

Seorang remaja Palestina di rumahnya yang hancur akibat serangan udara Israel di Gaza City, Palestina, Senin (6/5).

Seorang remaja Palestina di rumahnya yang hancur akibat serangan udara Israel di Gaza City, Palestina, Senin (6/5).

Foto: AP Photo/Khalil Hamra
PBB menyebut Gaza Palestina di ambang bencana kemanusiaan.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- PBB memperingatkan, Gaza kini berada di ambang bencana kemanusiaan. Hal itu akan membuat satu juta warga Palestina terancam kelaparan.

Baca Juga

Anggaran Badan Pengungsi Palestina (UNRWA) PBB diperkirakan akan mengering dalam sebulan. Para pejabat PBB menyatakan mereka sangat membutuhkan dana tambahan.

"Skenario terburuknya adalah kita tidak akan dapat terus memberi makan setengah populasi Gaza," kata direktur kantor UNRWA Washington DC, Elizabeth Campbell dilansir dari Independent, Jumat (10/5).

Secara total, UNRWA membutuhkan 1,2 miliar dolar AS (Rp 17 triliun) dalam setahun. Dana tersebut untuk mempertahankan sekolah-sekolahnya, program-program medis dan makanan, serta dukungan keuangan untuk lima juta pengungsi Palestina di Gaza, Tepi Barat, Suriah, Lebanon, dan Yordania.

Musim panas lalu mereka terpaksa meminta sumbangan tambahan dari Eropa. Hal itu terjadi setelah AS, pemodal tunggal terbesarnya, memutuskan untuk memangkas semua pendanaan, meninggalkan defisit anggaran lebih dari 440 juta dolar AS (Rp 6,3 triliun).

Serangan paling berat terjadi di Gaza, daerah kantong sepanjang 25 mil yang menampung hampir dua juta orang. Mereka terus menghadapi pengepungan Israel dan Mesir selama 12 tahun.

PBB memperkirakan bahwa 20 juta dolar AS (Rp 287 miliar) tambahan diperlukan untuk mengatasi krisis kesehatan yang akan segera terjadi. "Kita harus menutup sekolah, orang tidak akan memiliki akses ke sistem perawatan kesehatan kita. Kita harus mengurangi pekerjaan," kata Campbell.

Campbell memperingatkan bahwa Gaza yang tidak stabil juga akan menjadi ancaman langsung bagi Israel. "Anda akan memiliki bencana kemanusiaan besar yang akan dengan mudah menyebar ke seluruh wilayah," ucap Campbell.

"Kami sangat prihatin dengan implikasi keamanan," kata dia.

Di samping itu, hampir 2.000 warga Gaza yang ditembak oleh tentara Israel mungkin juga terancam diamputasi, karena krisis pendanaan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA