Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Iran Siap Lanjutkan Pengayaan Uranium dalam Hitungan Hari

Kamis 09 May 2019 15:51 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Proyek reaktor nuklir Arak di Iran.

Proyek reaktor nuklir Arak di Iran.

Foto: Reuters/ISNA/Hamid Forootan/Files
Iran keluar dari sebagian perjanjian nuklir 2015.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Kepala Badan Energi Atom Iran Ali Akbar Salehi mengatakan, pihaknya siap melanjutkan kegiatan pengayaan uraniumnya kapan pun diperlukan. Hal itu menyusul keputusan Presiden Iran Hassan Rouhani yang akan tetap melanjutkan pengembangan uranium tingkat tinggi sampai mendekati level senjata.

Baca Juga

"Kami siap untuk melanjutkan produksi uranium yang sangat diperkaya dalam waktu empat hari," kata Salehi kepada wartawan setelah pertemuan kabinet seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (9/5).

Ia menegaskan, Iran tidak lagi terikat oleh ketentuan perjanjian nuklir 2015 dengan kelompok negara P5 +1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman), sehingga pengangayaan uranium akan dilanjutkan.

Sebelumnya pada Rabu, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, Teheran akan melanjutkan kegiatan pengayaan uraniumnya jika kepentingan negaranya yang berkaitan dengan kesepakatan 2015 tidak dijamin dalam 60 hari. Perjanjian nuklir 2015 telah menyerukan pembatasan ketat pada program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi Amerika Serikat (AS) yang telah lama terhadap Teheran.

Tahun lalu, Presiden AS Donald Trump lebih dulu menarik AS dari perjanjian nuklir. Hal itu dilakukan sebelum memberlakukan kembali sanksi ekonomi pada sektor energi dan perbankan Iran.

Kendati demikian, pada Rabu (8/5), Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berharap kesepakatan nuklir Iran 2015 dapat diselamatkan. Juru Bicara Guterres, Farhan Haq mengatakan, PBB secara konsisten menegaskan bahwa Rencana Aksi Komperhensif Bersama merupakan pencapaian besar dalam nonpoliferasi, serta diplomasi nuklir.

"Hal tersebut telah berkontribusi pada perdamaian dan keamanan regional dan internasional," kata Haq.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA