Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Jurnalis Kritikus Erdogan Dipukuli Orang tak Dikenal

Ahad 12 May 2019 11:39 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

Pendukung kandidat wali kota Istanbul dari partai oposisi Turki Republican People's Party's (CHP), Ekrem Imamoglu, memegang bendera Turki di Istanbul, Senin (6/5).

Pendukung kandidat wali kota Istanbul dari partai oposisi Turki Republican People's Party's (CHP), Ekrem Imamoglu, memegang bendera Turki di Istanbul, Senin (6/5).

Foto: AP Photo/Lefteris Pitarakis
Belum diketahui alasan penyerangan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Seorang jurnalis Turki yang kritis terhadap pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan dan sekutu nasionalisnya dirawat di rumah sakit. Surat kabar Yenicag tempat Yavuz Selim Demirag bekerja melaporkan ia diserang sekelompok orang di luar rumahnya.

Yenicag, Ahad (12/5), melaporkan Demirag dipukuli sekitar lima atau enam orang menggunakan tongkat baseball. Serangan ini terjadi setelah Demirag tampil ditelevisi. Para penyerang melarikan diri dari lokasi kejadian dengan kendaraan.

Belum diketahui alasan penyerangan ini, tapi insiden tepat terjadi ketika ketegangan politik atas hasil pemilihan lokal sedang memanas. Otoritas pemilu Turki memutuskan membatalkan hasil pemilu 31 Maret di Istanbul yang dimenangkan oposisi.

Pemungutan suara akan kembali dilakukan pada 23 Juni mendatang. Partai Erdogan mengatakan pemilu di Istanbul dicurangi oposisi. Sementara oposisi mengatakan pemerintah menekan dewan pemilihan umum.

Erdogan memang ingin mempertahankan kekuasaan di kota terbesar di Turki itu. Partai nasionalis yang didukung Demirag bagian dari koalisi oposisi yang kandidatnya Ekrem Imamoglu memenangkan pemilu di Istanbul sebelum mandat dicabut pada pekan ini.

Kemal Kilicdaroglu, seorang ketua partai oposisi Republican People’s Party menjenguk Demirag di rumah sakit. Ia mengutuk keras serangan tersebut.

"Bagaimana bisa seorang jurnalis dipukuli dengan niat dibunuh hanya karena ia berpartisipasi dalam sebuah program televisi untuk menyuarakan pandangannya atau mengkritik seseorang, mau kemanakan Turki?" kata Kilicdaroglu.

Serangan ini juga dikecam Asosiasi Jurnalis Turki. Mereka mengatakan pemukulan Demirag menunjukkan memburuknya kebebasan media di Turki.

"Politikus kesulitan mendukung gagasan kebebasan media dan berekspresi dan membuat surat kabar dan jurnalis menjadi sasaran, memainkan peranan penting dalam jenis serangan semacam ini," kata mereka.

Baca Juga

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA