Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Houthi Pindahkan Pasukan dari Tiga Pelabuhan

Ahad 12 Mei 2019 13:39 WIB

Red: Ani Nursalikah

Gerilyawan Houthi di Yaman.

Gerilyawan Houthi di Yaman.

Foto: EPA/YAHYA ARHAB
Misi PBB akan memantau pemindahan pasukan Houthi.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Kelompok Al-Houthi di Yaman mulai memindahkan pasukannya secara sepihak dari tiga pelabuhan, Sabtu (11/5). Pernyataan dari Komite Koordinasi Penarikan PBB (RCC) menyebutkan Al-Houthi akan melakukan pemindahan sepihak awal antara 11-14 Mei dari Pelabuhan Saleef, yang digunakan untuk biji-bijian, Pelabuhan Ras Isa yang digunakan untuk minyak, dan Pelabuhan Utama Hudaidah.

Penarikan tersebut akan mulai berlangsung pada 11 Mei pukul 10.00 waktu setempat, menurut Kepala Komite Revolusi Agung Al-Houthi Mohammed Ali al-Houthi di Twitter pada Sabtu.

Komite RCC yang dipimpin Kepala Tim Pengamat PBB di Hudaidah Letnan Jenderal Denmark Michael Lollesgaard menyusun rencana pemindahan itu berdasarkan perjanjian yang disepakati Desember lalu di Stockholm, Swedia. Hal itu dianggap terobosan besar pertama dalam usaha-usaha perdamaian untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan membawa Yaman ke jurang kelaparan.

Di Stockholm, diharapkan pemindahan pasukan akan berlangsung pada Januari. Tetapi pelaksanaannya telah berkali-kali gagal karena ketiadaan kepercayaan di antara Al-Houthi yang bersekutu dengan Iran dan pemerintah Yaman yang diakui internasional dengan dukungan koalisi pimpinan Arab Saudi dan pasukan lain.

Baca Juga

Al-Houthi mengatakan pada Sabtu niat kelompoknya untuk memindahkan pasukan secara sepihak dari pelabuhan-pelabuhan itu sebagai akibat dari penolakan koalisi untuk melaksanakan perjanjian Stockholm.

Misi PBB itu akan memantau pemindahan tersebut, sebagai langkah pertama untuk merampungkan perjanjian perdamaian. Menurut pernyataan PBB, dengan menambahkan hal itu harus ditindaklanjuti oleh tindakan transparan, berkomitmen dan berkelanjutan dari para pihak untuk memenuhi sepenuhnya kewajiban-kewajiban mereka.

Pemerintah Yaman, yang didukung Arab Saudi, tidak menyatakan apakah akan mengambil langkah serupa. Mereka juga diperkirakan akan meninggalkan posisi-posisi di sekitar pinggiran Hudaidah dalam pemindahan awal, sebelum fase kedua yang kedua pihak menarik pasukannya lebuh lanjut.

Juru bicara delegasi pemerintah Yaman ke RCC, Sadiq Dweid di Twitter mengatakan penarikan anggota Al-Houthi merupakan langkah pertama dari tahap pertama. Ia mendukung pelaksanaan perjanjian itu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA