Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Negara Arab Sumbang Bantuan Pangan untuk Yaman

Rabu 08 May 2019 17:26 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Kondisi wilayah di Sanaa, Yaman, akibat perang antara milisi Houthi dan pendukung Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Kondisi wilayah di Sanaa, Yaman, akibat perang antara milisi Houthi dan pendukung Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Foto: Reuters
Bantuan pangan untuk Yaman berasal dari Uni Emirate Arab dan Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Program Pangan Dunia PBB (WFP) menyambut baik bantuan sebesar 240 juta dolar AS dari Uni Emirat Arab dan Arab Saudi untuk krisis pangan di Yaman. Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi penderitaan warga Muslim di Yaman ketika menjalankan ibadah selama Ramadhan.

Baca Juga

“Kontribusi yang murah hati akan sangat membantu rakyat Yaman mengikuti praktik dan tradisi mereka selama masa penting ini,” kata WFP dalam sebuah pernyataan, dikutip laman Asharq al-Awsat, Rabu (8/5).

WFP mengatakan akan memecah bantuan tersebut untuk kebutuhan pangan. “WFP berencana menggunakan kontribusi ini untuk memberikan jatah makanan, tepung, kacang-kacangan, minyak nabati, gula, dan garam kepada jutaan keluarga setiap bulan,” ujar WFP.

WFP mengumumkan bahwa tim teknis yang dipimpinnya telah memperoleh akses ke Pabrik Laut Merah di pinggiran timur Kota Hodeidah. Di fasilitas tersebut terdapat 51 ribu ton tepung terigu yang dapat dibagikan kepada warga Yaman.

Pada Maret lalu, WFP mendistribusikan makanan ke lebih dari 10,6 juta orang di Yaman. Itu merupakan jumlah terbesar yang pernah dicapai dalam satu bulan.

“Kami meningkatkan dukungan kepada 12 juta orang yang sangat membutuhkan makanan dalam beberapa bulan mendatang. Operasi WFP di Yaman adalah yang terbesar untuk WFP di dunia,” ujar juru bicara WFP Herve Verhoosel.

Konflik Yaman telah berlangsung selama empat tahun. Lebih dari 10 ribu orang telah tewas selama peperangan berlangsung, sementara sekitar 3 juta lainnya mengungsi. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA