Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Ahli Primata Dunia Desak Australia Atasi Perubahan Iklim

Kamis 16 May 2019 09:42 WIB

Red: Ani Nursalikah

Ahli primata dunia Jane Goodall mengunjungi kebun binatang Monarto untuk mengumumkan seekor bayi simpanse diperkirakan akan lahir tahun ini.

Ahli primata dunia Jane Goodall mengunjungi kebun binatang Monarto untuk mengumumkan seekor bayi simpanse diperkirakan akan lahir tahun ini.

Foto: ABC News/Claire Campbell
Perubahan iklim mempengaruhi seluruh kawasan di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Pakar primata terkenal di dunia jane goodall menyerukan australia dan para pemimpinnya dapat melakukan upaya yang lebih besar terkait perubahan iklim .

Baca Juga

Kunjungan Jane Goodall:

  • Jane Goodall mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari simpanse .
  • Dia mengunjungi Kebun Binatang Monarto untuk mengumumkan salah satu simpanse di kebun binatang itu sedang hamil.
  • Jane Goddal menilai para pemimpin negara perlu berbuat lebih banyak untuk mengatasi perubahan iklim.

Goodall mengatakan dia telah menyaksikan dampak dari perubahan iklim di mana pun dia bepergian ke seluruh dunia dan tidak ada waktu lagi untuk berleha-leha. "Setiap pemimpin, setiap individu harus menyadari perubahan iklim bukanlah sesuatu yang hanya mempengaruhi negara mereka, sebaliknya hal itu mempengaruhi seluruh kawasan di dunia," katanya.

Goodall mengatakan banyak dari mereka tidak melakukan apa-apa karena tidak tahu harus berbuat apa, mereka merasa tidak berdaya. Menurutnya, permukaan air laut naik, banyak orang meninggalkan rumah mereka, badai semakin sering terjadi, begitu juga banjir dan kekeringan.

"Kita harus mengatasi emisi dari bahan bakar fosil dan metana dari industri peternakan," katanya.

photo
Perawat simpanse di kebun binatang Laura Hanley berbicara dengan Dr Jane Goodall di kebun binatang Monarto. ABC News: Claire Campbell

Goodall mengabdikan hidupnya dengan mempelajari simpanse dan ancaman yang dihadapi satwa langka ini. Diperkirakan hanya ada sekitar 250 ribu simpanse yang tersisa, berkurang drastis dari 2 juta pada 20 tahun lalu. Menurut Goodall, perubahan iklim memang belum berdampak pada simpanse.

"Manusia telah mengubah pola cuaca dan hal itu pasti berdampak pada proses berbuah berbagai bahan makanan. Tapi hutan merupakan tempat terakhir yang akan terdampak perubahan iklim," katanya.

Bayi simpanse akan lahir September

Goodall menghabiskan waktu sepanjang Rabu (15/5) di kebun Binatang Monarto di Adelaide, Australia Selatan dimana ia mengumumkan bayi simpanse yang akan lahir pada September. Dia memuji kerja keras para penjaga lokal dan kebun binatang di seluruh dunia yang telah meningkatkan kesadaran tentang simpanse, tetapi dia memperingatkan hal itu tidak akan membantu simpanse di alam liar.

"Hampir mustahil melepaskan simpanse ini ke alam liar karena salah satu alasan menurunnya populasi mereka yaitu karena perusakan habitat," katanya.

photo
Bayi simpanse yang belum lama dilahirkan di kebun binatang Monarto diberinama 'Hope' atau 'harapan' oleh Dr Jane Goodall. Facebook: Monarto Zoo

Dia menambahkan, hampir tidak ada lagi habitat yang tersisa bagi simpanse di alam liar. "Simpanse yang tersisa saat ini tersebar di 21 negara dan kebanyakan berada di hutan kecil yang terfragmentasi sehingga harapan mereka bertahan hidup dalam jangka panjang hampir nol," katanya.

Penjaga primata di Kebun Binatang Monarto, Laura Hanley, mengatakan lahirnya bayi simpanse itu memberi harapan bagi masa depan simpanse yang mereka rawat. "Di sini memang pernah lahir simpanse betina yang kini berusia tiga bulan. Kami beruntung karena Jane Goodall bersedia memberinya nama Hope," katanya.

sumber : http://www.abc.net.au/indonesian/2019-05-16/ahli-primata-dunia-desak-australia-bertindak-lebih/11118062
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA