Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Produksi Minyak Iran Turun ke Level Terendah

Kamis 16 Mei 2019 10:06 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

Aktivitas pengeboran di ladang minyak Iran

Aktivitas pengeboran di ladang minyak Iran

Foto: REUTERS
AS bersiap secara sepihak memberlakukan larangan total ekspor minyak mentah Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Sebuah studi menunjukkan, produksi minyak Iran, sumber pendapatan utamanya, turun ke level terendah dalam lima tahun terakhir. Ini terjadi saat Amerika Serikat (AS) bersiap secara sepihak memberlakukan larangan total terhadap ekspor minyak mentah Iran.

Dalam laporan bulanan yang dirilis Rabu (15/5), Badan Energi Internasional menyatakan, produksi minyak Iran 2,6 juta barel per hari pada April. Angka tersebut turun lima persen dari Maret dengan 2,74 juta barel per hari. Produksi minyak April merupakan yang terendah di Iran sejak September 2013.

"Tantangan yang ditimbulkan oleh berbagai ketidakpastian pasokan (global) sedang dikelola dan kami berharap bahwa para pemain utama akan terus bekerja untuk memastikan stabilitas pasar," ujar sebuah lembaga antarpemerintah yang mengumpulkan data tentang pasar energi internasional IEA, dilansir di Voice of America, Kamis (16/5).

IEA menyatakan produksi minyak Iran mungkin menyusut lebih lanjut bulan ini ke level terendah dalam beberapa dekade. Ini juga terjadi saat AS mulai memberlakukan larangan total terhadap ekspor minyak mentah.

Dalam ringkasan laporan, terdapat sinyal dari negara-negara penghasil minyak lainnya yang akan melangkah untuk menggantikan barel Iran. Ini akan dilakukan secara bertahap menanggapi permintaan dari pelanggan.

Administrasi Trump mengakhiri keringanan yang telah diberikan kepada delapan pemerintah untuk terus mengimpor minyak mentah Iran awal bulan ini. Lalu mengharuskan mereka untuk mengurangi impor tersebut menjadi nol mulai 2 Mei atau menghadapi sanksi.
 
Washington memberlakukan sanksi pada ekspor minyak mentah Iran November lalu. Mereka berusaha untuk mencabut Teheran dari pendapatan utamanya. Sementara Iran telah berjanji untuk terus mengekspor minyak yang menentang sanksi AS.

Salah satu pendiri layanan pelacakan kapal tanker minyak, TankerTrackers.com, Samir Madani mengatakan, ia belum melihat adanya kapal tanker minyak yang meninggalkan Iran dengan pengiriman minyak mentah baru bulan ini. Namun, ia melihat satu tanker sedang dimuat dengan minyak mentah untuk penyimpanan di pelabuhan Iran.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA