Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

UEA Menahan Diri Pascasabotase Tanker Minyak

Kamis 16 May 2019 11:20 WIB

Red: Ani Nursalikah

Kapal penjaga pantai Uni Emirat Arab (UEA) melewati kapal tanker minyak di perairan Fujairah, UEA, Senin (13/5).

Kapal penjaga pantai Uni Emirat Arab (UEA) melewati kapal tanker minyak di perairan Fujairah, UEA, Senin (13/5).

Foto: AP Photo/Jon Gambrell
UEA mengatakan terjadi sabotase terhadap empat kapal, termasuk milik Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Uni Emirat Arab (UEA) akan menahan diri pasca-serangan tangker minyak di lepas pantai serta berkomitmen untuk melakukan penurunan ketegangan selama situasi sulit, Rabu (15/5).

Menteri Urusan Luar Negeri Anwar Gargash mengatakan tidak akan berspekulasi tentang siapa yang menjadi dalang operasi sabotase Minggu terhadap empat kapal, termasuk dua tangker milik Arab Saudi, di dekat pelabuhan Fujairah saat penyelidikan sedang berlangsung dan akan selesai dalam beberapa hari ke depan.

"Kita perlu memperhatikan kehati-hatian dan prasangka baik. Mudah untuk melemparkan tuduhan namun situasinya sulit, ada beberapa isu serius dan di antaranya perilaku Iran," kata dia, menyebutkan kekhawatiran tentang kebijakan regional dan rudal milik Iran.

Iran berupaya mengelak dari serangan di pelabuhan Fujairah, salah satu pusat bungker terbesar di dunia yang berada di luar Selat Hormuz. Sejumlah badan keamanan nasional AS meyakini proksi yang bersimpati atau bekerja untuk Iran berpotensi menjadi dalang di bailk serangan tersebut.

Gargash menuturkan serangan terhadap tangker minyak terjadi di wilayah perairan Uni Emirat Arab namun menolak berkomentar mengenai apakah produsen OPEC dan pusat perdagangan regional meningkatkan keamanan pasca-insiden tersebut.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA