Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Kekhawatiran Muslim India di Bawah Pemerintahan Modi

Jumat 17 May 2019 12:58 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Ani Nursalikah

Muslimah India berdoa pada hari kelahiran Nabi Muhammad (Mauilid Nabi) di Kashmir India, Kamis (21/11).

Muslimah India berdoa pada hari kelahiran Nabi Muhammad (Mauilid Nabi) di Kashmir India, Kamis (21/11).

Foto: EPA-EFE/Farooq Khan
Seorang pedagang Muslim India di Assam dipaksa memakan daging babi.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Muslim di India khawatir pemerintahan di bawah partai nasionalis Hindu, Bharatiya Janata Party (BJP) akan meningkatkan kejahatan rasial. Hal ini sudah terjadi beberapa hari sebelum pemilihan umum (pemilu) tahap pertama dimulai.

Seorang pedagang Muslim, Shaukat Ali yang bermukim di negara bagian Assam terpaksa harus meninggalkan dagangannya ketika didatangi oleh sekelompok massa. Dia dipaksa berlutut di lumpur sembari diinterogasi dan dianiaya.

"Apakah kamu orang Bangladesh?" ujar seorang pria yang berteriak mempertanyakan kewarganegaraan Ali.

"Kenapa kamu menjual daging sapi di sini?" ujar pria lainnya sambil mendingkan jarinya ke arah Ali.

Tidak ada yang berani membantu Ali ketika itu. Orang-orang yang ada disekelilingnya justru merekam insiden tersebut dengan ponsel mereka.

Sebulan sejak kejadian itu, Ali masih berjalan dengan tertatih. Ali mengalami cedera pada tulang rusuk dan kepalanya. Pria berusia 48 tahun itu menangis ketika menceritakan ulang insiden mengerikan yang dialaminya.

"Mereka memukuli saya dengan tongkat, mereka menendang wajah saya," ujar Ali kepada BBC, Jumat (17/5).

Ali tidak hanya terluka secara fisik, dia telah dilucuti martabatnya. Kelompok massa itu memaksanya memakan daging babi yang diharamkan dalam Islam.

"Saya tidak punya alasan untuk hidup sekarang. Ini adalah serangan terhadap seluruh keyakinan saya," kata Ali.

Keluarga Ali telah berjualan kari daging sapi di sebuah warung kecil selama beberapa dekade, dan mereka belum pernah menghadapi persoalan seperti itu. Beberapa negara bagian di India melarang penjualan daging sapi karena bagi kepercayaan umat Hindu, sapi adalah hewan yang suci. Sementara, di daerah Assam menjual daging sapi legal dan dibolehkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA