Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Huawei Janjikan Pembaruan Keamanan Usai Putus dari Google

Senin 20 May 2019 20:31 WIB

Red: Nur Aini

Pengguna ponsel melewati iklan Huawei p30 di Beijing, China.

Pengguna ponsel melewati iklan Huawei p30 di Beijing, China.

Foto: AP
Google menangguhkan bisnis dengan Huawei akibat kebijakan AS.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pabrikan perangkat elektronika Huawei Technologies Co Ltd berjanji akan memberikan pembaruan keamanan dan layanan purna-jual produk perangkat keras mereka menyusul penangguhan kerja sama Google dan pemutusan kerja sama dari Intel, Qualcomm, dan Broadcom.

Baca Juga

"Kami akan terus memperbarui keamanan dan layanan untuk semua produk ponsel pintar dan tablet Huawei dan Honor yang ada, mencakup produk yang telah dijual atau yang masih ada sebagai stok secara global," demikian pernyataan Huawei.

Produsen asal Cina itu mengatakan akan terus membangun ekosistem perangkat lunak yang aman dan berkelanjutan untuk memberikan pengamanan bagi semua pengguna secara global.

"Kami telah memberikan kontribusi yang substansial untuk pengembangan dan pertumbuhan Android di seluruh dunia. Kami telah bekerja sama dengan sangat erat dengan platform sumber-terbuka mereka untuk mengembangkan ekosistem yang bermanfaat bagi pengguna dan industri," demikian pernyataan Huawei.

Sebelumnya, Google menangguhkan bisnis mereka dengan Huawei dalam perangkat keras dan mencabut lisensi Android Huawei serta menghentikan layanan akses ke Google Play Services dan Play Store.

Langkah Google itu menyusul sikap Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump yang memasukkan Huawei dalam "daftar hitam" di seluruh dunia.

Google juga memaksa Huawei untuk mengembangkan Android versi mereka sendiri. Intel, Qualcomm, dan Broadcom lantas menyusul sikap Google dan memutuskan hubungan bisnis dengan Huawei.

Di sisi lain, Microsoft belum menentukan sikap mereka terhadap Huawei. Sejumlah pihak menilai perusahaan perangkat lunak komputer itu akan mengkuti perintah Pemerintah AS sebagaimana Google, Intel, Qualcomm, ataupun Broadcom.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA