Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

AS dan Taiwan Bertemu Perdana Pererat Kerja Sama

Senin 27 May 2019 13:33 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Selat Taiwan

Selat Taiwan

Foto: CNN
Taiwan anggap pertemuan sebagai dukungan pemerintah AS.

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Pejabat senior pertahanan Taiwan dan Amerika Serikat (AS) menggelar pertemuan untuk memperkuat kerja sama, yang merupakan pertama kalinya AS dan Taiwan menggelar pertemuan semacam ini. 

Baca Juga

Pada Senin (27/5), Kementerian Luar Negeri Taiwan mengeluarkan pernyataan tentang pertemuan tersebut. Dalam pernyataan itu Taiwan mengatakan pada awal bulan Mei ini kepala keamanan nasional David Lee bertemu dengan penasihat keamanan Gedung Putih John Bolton. 

Kantor berita Taiwan Central News Agency mengatakan hal itu pertama kalinya Taiwan melakukan pertemuan dengan AS sejak hubungan diplomatik mereka terputus pada tahun 1979. Cina menganggap Taiwan provinsi yang membelot. 

Negeri Tirai Bambu itu sempat menyatakan akan kembali merebut Taiwan bahkan dengan kekuatan militer jika diperlukan. Pertemuan semacam itu tampaknya akan membuat Cina marah terutama dilakukan di saat hubungan antara Sino-AS juga sedang memanas. 

Selama beberapa pekan terakhir suhu diplomatik antara Cina dan AS terus memanas. Selain karena perang dagang yang tidak kunjung berakhir, Cina juga menegaskan kehadiran militer mereka di Laut Cina Selatan, sebuah perairan di mana AS juga menggelar patroli bebas navigasi.  

Taiwan menganggap pertemuan tersebut menjadi tanda dukungan pemerintah Presiden AS Donald Trump terhadap mereka. Sejak tahun lalu hubungan Taiwan yang demokratis dengan Cina juga menegang. Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan pertemuan tersebut digelar ketika Lee mengunjungi AS antara tanggal 13 sampai 21 Mei. 

"Selama kunjungannya, bersama pejabat pemerintah AS, Sekretaris Jenderal Lee bertemu dengan perwakilan dari sekutu diplomatik kami, menegaskan dukungan dan komitmen atas kebebasan dan keterbukaan wilayah Indo-Pasifik," kata pernyataan Taiwan.

Kementerian Luar Negeri Taiwan dan kedutaan besar de facto Taiwan untuk AS menolak untuk berkomentar. Beijing kerap mengatakan Taiwan menjadi isu yang paling sensitif dan penting dalam hubungan mereka dengan AS. Negeri Paman Sam memang tidak memiliki hubungan diplomatik tapi salah satu pemasok utama senjata Taiwan. 

Beberapa bulan terakhir AS sudah meningkatkan frekuensi patroli di sekitar Selat Taiwan yang strategis. Sebuah langkah yang membuat Cina marah.   

Cina sudah meningkatkan tekanan diplomatik dan militer untuk menegaskan kedaulatan di Taiwan, menggelar latihan militer di dekat Taiwan dan merebut beberapa sekutu diplomatik mereka yang tersisa. 

Para anggota Kongres AS juga mendorong langkah yang lebih tegas lagi terhadap Cina. Pada awal bulan Mei ini House of Representatives mendukung undang-undang membela Taiwan. Pentagon mengatakan sejak tahun 2010 Washington telah menjual senjata senilai 15 miliar dolar AS ke Taiwan.   

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA