Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

Korsel akan Salurkan Bantuan untuk Korban Kekeringan Korut

Selasa 21 Mei 2019 13:52 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi kekeringan.

Ilustrasi kekeringan.

Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Korut sedang mengalami kekeringan terburuk sepanjang sejarah.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL - Korea Selatan berjanji untuk bergerak cepat pada rencananya memberikan bantuan kemanusiaan senilai 8 juta dolar AS ke Korea Utara.
Korea Selatan juga mempertimbangkan untuk mengirim makanan ke negara yang menderita kekeringan terburuk dalam beberapa dekade tersebut.

Lee Sang-min, juru bicara Kementerian Unifikasi Seoul, mengatakan pemerintah akan membahas rencananya dengan Program Pangan Dunia dan Dana Anak-anak (UNICEF) agar bantuan akan diberikan bisa menjangkau anak-anak Korut dan wanita hamil dengan cepat. Korsel juga berusaha membangun dukungan publik dan politik untuk memberikan bantuan pangan kepada Korut, baik secara langsung atau melalui organisasi internasional.

Media pemerintah Korut mengatakan pekan lalu bahwa negara itu menderita kekeringan terburuk dalam lebih dari satu abad di tengah kekurangan pangan yang dilaporkan. "Pemerintah pertama-tama akan berdiskusi dengan organisasi internasional mengenai penyediaan bantuan dan mengambil langkah-langkah sehingga dukungan datang (ke Utara) dengan cepat. Mengenai masalah bantuan langsung, kami akan mempertimbangkan masalah ini, sementara secara memadai mengumpulkan pendapat warga kami," kata Lee pada Senin (20/5), dilansir di AP News.

Kantor Berita Pusat Resmi Korut mengatakan pada Rabu lalu bahwa rata-rata 54,4 milimeter hujan turun di Korea Utara dari Januari hingga awal Mei pada 2019. Curah hujan ini termasuk yang terendah sejak 1982.

Badan pangan PBB mengatakan awal bulan ini bahwa sekitar 10 juta orang menghadapi kekurangan pangan parah setelah salah satu panen terburuk Korut dalam satu dekade. Media pemerintah Korut saat ini berkampanye untuk mendesak petani agar melakukan yang terbaik dengan apa yang mereka miliki.

“Di pertanian kami, kami mendapat pengumuman tentang kondisi cuaca kering dari partai kami dan otoritas negara kami, jadi kami telah mengambil langkah-langkah awal untuk menghemat air, menyiapkan ladang lebih awal dari sebelumnya. Kami harus menghemat air sebanyak kami bisa,” kata Kim Chang Jun, wakil ketua pertanian koperasi di desa Sambong, tepat di luar ibukota.

Terakhir kali Korsel memberikan bantuan kemanusiaan ke Korut melalui sebuah agen internasional adalah pada tahun 2015. Saat itu Korsel memberikan 800 ribu dolar AS kepada proyek Dana Kependudukan Amerika Serikat untuk mengevaluasi kondisi kesehatan masyarakat Korut. Korsel belum memberikan bantuan makanan langsung ke Korut sejak 2010.

Pemerintah Moon pertama kali mengusulkan memberikan 8 juta dolar AS kepada WFP dan UNICEF untuk membantu anak-anak Korut dan wanita hamil pada tahun 2017. Sayangnya, rencana itu dihentikan di tengah serangkaian uji coba senjata Korut tahun itu.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA