Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Menlu AS Kunjungi Eropa untuk Bahas Iran

Jumat 31 May 2019 09:01 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Endro Yuwanto

Menlu AS Mike Pompeo

Menlu AS Mike Pompeo

Foto: AP
Uni Eropa dan Jerman sudah lama keberatan dengan sanksi AS terhadap Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo terbang ke Jerman untuk melakukan pertemuan dengan pemimpin-pemimpin Eropa. Pompeo sempat membatalkan kunjungannya ke Eropa pada awal Mei lalu.

Karena ketegangan semakin memanas saat itu, Pompeo memilih berkunjung ke Iran. Dalam kunjungannya kali ini, Pompeo akan mendatangi Jerman, Swiss, Belanda, dan Inggris.

Dilansir dari Deutsche Welle, Jumat (31/5), Pompeo akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas dan Kanselir Angela Merkel. Walaupun AS dan Jerman sekutu dekat, tapi Presiden AS Donald Trump kerap berselisih dengan Merkel secara terbuka.

Trump mengkritik Jerman yang membuka pintu kepada imigran dan masih menoleransi produk asal Cina, Huawei. Presiden AS ke-45 itu juga curiga perdagangan AS-Jerman berjalan dengan tidak seimbang. Ia juga mengkritik pipa gas Nord Stream 2 dari Rusia dan anggaran pertahanan Jerman.

Bersama dengan negara anggota Uni Eropa lainnya, Jerman sudah menyuarakan ketidaksetujuan atas perang mulut yang dilakukan Trump untuk menyerang Iran. Uni Eropa dan Jerman juga sudah lama menyatakan keberatan dengan sanksi yang diberlakukan AS terhadap Iran.

AS menuju lintasan yang semakin keras terhadap Iran. Tapi dalam beberapa pekan terakhir ini, Trump menjaga jarak dari penasihatnya yang suka berperang dan mencari posisi yang lebih damai.

Swiss menjadi penghubung antara AS dan Iran yang tidak memiliki hubungan diplomatik. Topik ini tampaknya akan masuk dalam agenda kunjungan Pompeo.

Di Jerman sepertinya Pompeo akan membicarakan tentang Iran, penarikan pasukan dari Afghanistan, dan keberatan AS atas keterlibatan Huawei dalam infrakstruktur 5G di Eropa. Trump akan bergabung dengannya di Inggris.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA