Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Iran Bantah Tudingan AS Soal Dalang Sabotase Kapal Tanker

Kamis 30 May 2019 18:02 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Kapal penjaga pantai Uni Emirat Arab (UEA) melewati kapal tanker minyak di perairan Fujairah, UEA, Senin (13/5).

Kapal penjaga pantai Uni Emirat Arab (UEA) melewati kapal tanker minyak di perairan Fujairah, UEA, Senin (13/5).

Foto: AP Photo/Jon Gambrell
Iran tak menerima tuduhan penasihat keamanan AS soal sabotase kapal tanker.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Pemerintah Iran mengecam tuduhan penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS) John Bolton yang menyebut Teheran dalang di balik sabotase kapal tanker di perairan Uni Emirate Arab (UEA). Ia menilai tudingan itu konyol dan tak dapat diterima.

Baca Juga

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengatakan tuduhan tentang negaranya menjadi aktor sabotase kapal tanker dibuat Bolton saat bertemu Putra Mahkota UEA Pengeran Mohammed bin Zayed. Dia menilai, tudingan itu wajar dilontarkan karena mereka memiliki sejarah panjang tentang sikap anti-Iran.

“Meskipun demikian, Bolton dan orang-orang penggandrung perang lainnya harus tahu bahwa kesabaran strategis Republik Islam Iran, peningkatan kewaspadaan, dan kesiap-siagaan pertahanan penuh, yang berasal dari kemauan bangsa yang besar akan mencegah terwujudnya rencana tak menyenangkan mereka untuk menciptakan kekacauan di kawasan itu,” kata Mousavi, dikutip laman Middle East Monitor, Kamis (30/5).

Dalam sebuah konferensi pers di Kedutaan Besar AS di UEA, Bolton menyebut bahwa Iran mendalangi sabotase empat kapal tanker yang terjadi di dekat pelabuhan Fujairah awal bulani ini. “Jelas bahwa Iran berada di balik serangan Fujairah. Jika bukan, siapa lagi yang melakukannya? Apa seseorang dari Nepal?” ucapnya.

Kendati tak memiliki bukti yang solid, Bolton tetap meyakini klaimnya. Tuduhan Bolton kian memperuncing ketegangan antara AS dan Iran.

Sebelumnya, Iran dan AS telah terlibat perang urat saraf tentang potensi terjadinya konflik di kawasan Teluk. Kedua negara menyatakan tak menghendaki peperangan, namun siap bertempur jika situasi mengharuskan demikian.

AS sendiri telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan pesawat bomber B-52 ke Teluk Persia. Itu merupakan upaya Washington untuk menekan Teheran. Kendati demikian, Iran memiliki keyakinan bahwa AS tak akan berani membuka konfrontasi militer terhadapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA