Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Raja Salman Sebut Harus Ada Tindakan Keras untuk Iran

Jumat 31 May 2019 13:10 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Israr Itah

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al Saud (kiri).

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al Saud (kiri).

Foto: Reuters
Pernyataan Raja Salman dinyatakan dalam rapat darurat negara-negara Timur Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- PEmimpin Arab Saudi Raja Salman menyatakan perlunya tindakan tegas untuk menghentikan Iran meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk. Pernyataan Raja Salman dinyatakan dalam rapat darurat negara-negara Timur Tengah. Rapat darurat ini dilakukan setelah pada awal bulan ini aset minyak Kawasan Teluk diserang.

Baca Juga

"Tidak adanya tindakan tegas terhadap perilaku Iran adalah penyebab ketegangan yang kami lihat hari ini," kata Raja Salman, dikutip Reuters, Jumat (31/5).    

Pernyataan dan pengumuman resmi terpisah negara-negara Teluk Arab ini dikeluarkan setelah adanya pertemuan yang mendukung hak Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk mempertahankan kepentingan mereka.  Tapi, pernyataan ini ditentang oleh Irak. Irak, yang juga sekutu dekat tetangga mereka Iran dan Amerika Serikat mengatakan, mereka menolak pernyataan tersebut. Menurut mereka, segala sesuatu yang berhubungan dengan Iran harus berdasarkan prinsip tidak mengintervensi negara lain. 

Penguasa eksportir minyak mentah terbesar di dunia itu mengatakan, pengembangan nuklir dan rudal yang Iran lakukan menjadi ancaman bagi pasokan minyak dunia. Menurutnya, ini juga mengancam keamanan kawasan dan dunia. 

AS menuduh Iran bertanggung jawab atas serangan terhadap empat kapal di dekat pelabuhan utama di luar Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan serangan ini dilakukan untuk menaikan harga minyak mentah di seluruh dunia. 

Arab Saudi menuduh Teheran memerintahkan pemberontak Houthi untuk menyerang aset minyak mereka dengan drone. Pemberontak Houthi sudah berperang dengan Arab Saudi di Yaman selama empat tahun. 

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih John Bolton mengatakan bukti Iran dibalik serangan tersebut akan dibeberkan di Dewan Keamanan PBB pekan depan. Teheran membantah dengan tegas keterlibatan mereka dalam serangan itu. 

"Kerajaan Arab Saudi ingin menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan, untuk menghindari bencana perang dan mewujudkan perdamaian dan stabilitas," kata Raja Salman. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA