Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Tiba di Inggris, Trump Sebut Wali Kota London Pecundang

Senin 03 Jun 2019 21:52 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Ani Nursalikah

Presiden AS Donald Trump saat upacara penyambutan di taman Istana Buckingham di London, Senin (3/6). Trump melakukan kunjungan tiga hari di Inggris.

Presiden AS Donald Trump saat upacara penyambutan di taman Istana Buckingham di London, Senin (3/6). Trump melakukan kunjungan tiga hari di Inggris.

Foto: AP Photo/Frank Augstein
Trump melakukan kunjungan tiga hari di Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mendarat di London, Inggris untuk kunjungan kenegaraan, Senin (3/6). Setelah Air Force One mendarat di Stansted, Trump dan ibu negara Melania disambut Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt.

Trump terlihat bercakap-cakap dengan Hunt selama satu menit. Trump juga tampak menyentuh bahu Hunt.

Sebelum mendarat, Trump menyebut Wali Kota London Sadiq Khan sebagai seorang pecundang melalui cicitannya di Twitter. "Khan telah melakukan pekerjaan yang mengerikan sebagai Wali Kota London, bodoh dan menjijikkan. Dia adalah pecundang yang seharusnya fokus pada kejahatan di London, bukan saya," cicit Trump sebelum tiba di London.

Dia menambahkan, Kahn mengingatkannya pada Wali Kota New York City yang bodoh dan tidak kompeten, de Blasio. "Bagaimanapun, saya berharap menjadi teman baik bagi Inggris Raya, dan saya sangat menantikan kunjungan saya. (Saya) mendarat sekarang!" katanya.

Baca Juga

Cicitannya itu disukai oleh 28 ribu lebih pengguna Twitter dan dikomentari 15 ribu lebih warganet. "Orang akan memiliki pandangan mereka sendiri tentang politik Presiden Trump. Dia sangat kontroversial," ujar Hunt dalam wawancara, dilansir di The Guardian, Senin (3/6).

"Saya tidak berpura-pura saya pribadi setuju dengan Donald Trump dalam segala hal. Tapi dia juga presiden sekutu terpenting kita. Dia datang ke sini untuk merayakan aliansi terpenting dalam sejarah," kata Hunt.

Hunt mengindikasikan Trump dan Perdana Menteri Inggris Theresa May mungkin tidak dapat bertemu dalam kesempatan kali ini. Namun, Hunt menyatakan kemungkinan adanya pertemuan personal antara Trump dan PM Inggris itu sebelum atau setelah pertemuan yang akan diadakan Selasa besok.

Trump berharap kunjungan tiga harinya ini menjadi sangat penting dan sangat menarik. Dalam kunjungannya, Trump juga berencana menemui Boris Johnson. Sebelum berangkat ke Inggris, Trump dikabarkan sempat menyatakan dukungannya pada Johnson untuk maju sebagai PM Inggris sekaligus memimpin Partai Konservatif.

"Yah, kurasa aku mungkin bertemu dengannya. Dia adalah teman saya. Dia sangat baik. Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengannya,” kata Trump.

Sebelum kedatangannya, Trump telah menciptakan turbulensi politik yang cukup besar dengan komentar tentang kepemimpinan Partai Konservatif, Brexit dan Duchess of Sussex Meghan Markle. Puluhan ribu pengunjuk rasa juga diperkirakan turun ke jalan untuk berdemonstrasi menentang kunjungan Trump tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA