Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Gladys Liu, Keturunan China Pertama yang Jadi Anggota DPR Australia

Kamis 06 Jun 2019 21:41 WIB

Rep: Jason Fang And Tracey Shelton/ Red:

abc news

abc news

Liu bangga memenangkan kursi di salah satu Dapil yang persaingannya paling ketat.

Gladys Liu menjadi warga keturunan China pertama yang berhasil duduk di DPR Australia, setelah secara resmi dinyatakan sebagai pemenang untuk daerah pemilihan Chisholm di Victoria. Oposisi berencana menggugat kemenangan Liu.

Anggota DPR Keturunan China

 

Liu mengaku bangga bisa memenangkan kursi di salah satu Dapil yang persaingannya paling ketat. Hal itu disampaikan hari Rabu (5/6/2019), untuk pertama kalinya sejak pemilu 18 Mei lalu.

"Saya senang sekali dan bangga dengan apa yang akan terjadi di masa depan, paling tidak tiga tahun atau lebih lama lagi," katanya kepada ABC.

Liu mengalahkan pesaing utamanya dari Partai Buruh yang juga warga keturunan China Jennifer Yang, dengan selisih hanya 1.100 suara.

Daerah pemilihan Chisholm di pinggiran Melbourne merupakan salah satu wilayah yang banyak dihuni warga keturunan China di Australia.

Dia memuji tim yang membantunya selama kampanye, dan mengatakan mendapat sambutan hangat ketika berada di Canberra untuk menduduki kursi parlemen tesebut untuk pertama kalinya.

"Ini bisa menjadi tambahan yang bagus ke dalam tim yang sudah ada, karena bukan saja saya seorang perempuan, namun saya juga bisa berbicara dalam dua bahasa lainnya (selain Inggris), dan juga saya berasal dari latar belakang etnis yang berbeda," katanya.

Tantangan bagi komunitas yang terbelah

 

Gladys Liu lahir di Hong Kong, namun mantan pelatih untuk mereka yang mengalami kesulitan berbahasa atau berkomunikasi tersebut (speech pathologist) tersebut sudah tinggal selama 30 tahun di Australia.

Sekitar 20 persen warga di daerah pemilihan Chisholm (yang meliputi juga kawasan Chinatown Box Hill) adalah warga keturunan China, dan komunitas di sana terbelah dalam pilihan politik.

"Di Chisholm lebih banyak warga di sini yang lahir di luar Australia dan keinginan saya adalah mematikan - siapa saja mereka baik lahir di sini maupun dari luar — saya ingin mereka mengerti satu sama lain dan bekerja sama satu dengan yang lain."

Liu memenangkan kursi parlemen dengan suara 50,58 persen, dengan suara untuk Jennifer Yang adalah 49,42 persen.

Liu tampaknya tidak perduli dengan perbedaan suara tipis tesebut, dengan mengatakan "tidak ada satu partai pun yang mendapat dukungan 100 persen" dan perbedaan di dalam komunitas China "mirip dengan apa yang terjadi di tempat lain."

Gladys Liu mengatakan sekarang tekadnya untuk mewakili semua orang di komunitas, tidak masalah apakah mereka mendukungnya atau tidak.

"Ini adalah salah satu tugas saya, untuk memastikan mereka terwakili dan suara mereka didengar di Canberra," tambahnya lagi.

Dituduh melakukan taktik kotor

 

Namun sebelumnya, kemenangan Liu dipertanyakan oleh para politik Partai Buruh yang beroposisi.

Bulan lalu, dia harus menjawab pertanyaan soal tuduhan melakukan taktik kotor selama kampanye ketika ABC melaporkan bahwa Gladys Liu membuat postingan di platform medsos China WeChat mengenai bagaimana harus memilih.

Pada awalnya Liu membantah dia telah mengeluarkan perintah pemuatan postingan tersebut, namun ABC mencatat bahwa dia sendiri yang memasang postingan tersebut di WeChat di akhir April lalu.

"Saya merasa ada banyak hal-hal remeh yang dipersoalkan, dan juga ada kebohongan."

Partai Buruh berencana untuk menggugat kemenangan Liu dengan postingan di WeChat itu sengaja dilakukan untuk membingungkan pemilih sehingga mereka harus memilih Partai Liberal.

Bila Partai Buruh berhasil menang dalam gugatan, maka bisa terjadi pemilihan kembali di Chisholm.

Namun Liu mengatakan dia hanya memposting material yang sudah "disetujui oleh pengurus nasional Partai Liberal" dan dia tidak bisa mengatur postingan yang dibuat oleh para pendukungnya.

 

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA