Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Serangan Udara di Idlib Masih Terjadi Selama Idul Fitri

Kamis 06 Jun 2019 18:32 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Andri Saubani

Serangan udara dilancarkan di sekitar Idlib Suriah

Serangan udara dilancarkan di sekitar Idlib Suriah

Foto: Syrian Civil Defense White Helmets via AP
Idlib menjadi daerah yang dikuasai gerilyawan di Suriah barat laut.

REPUBLIKA.CO.ID, IDLIB -- Setidaknya delapan orang, termasuk empat anak-anak, tewas dalam serangan udara di provinsi Idlib, Rabu (5/6). Korban berjatuhan bertepatan dengan perayaan Idul Fitri, dan datang setelah beberapa pekan peningkatan pemboman di kota-kota, dan desa-desa Idlib.

Idlib menjadi daerah yang dikuasai gerilyawan di Suriah barat laut yang telah diserang dalam beberapa pekan terakhir. Pengamat Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah pemantau perang yang berbasis di Inggris selaras dengan kelompok-kelompok oposisi Suriah, menyatakan pasukan pemerintah melakukan puluhan serangan di provinsi Idlib pada Rabu pagi.

Lima orang tewas, termasuk dua anak-anak, di kota Kafr Aweed. Sementara itu, 10 orang lainnya terluka. Kerabat para korban berkumpul di kuburan kota pada Rabu sore saat sebuah mesin pengeruk menggali lubang besar di tanah.

Seorang anggota Aliansi LSM Suriah, Mohammed Zahed al-Masry mengatakan kepada Reuters pada Rabu bahwa 600 warga sipil telah tewas dalam kekerasan baru-baru ini.

"Kami memiliki 22 fasilitas medis yang menjadi sasaran langsung. Kami memiliki lima pasar yang menjadi sasaran langsung, enam pusat White Helm (layanan penyelamatan) juga telah menjadi sasaran langsung," kata al-Masry mengatakan kepada kantor berita, dilansir dari Middle East Eye, Kamis (6/6).

Sisa-sisa yang berserakan dari salah satu anak-anak itu ditempatkan di sebuah kotak kardus sebelum dikuburkan. Sedangkan mayat lain ditutupi sarung bersulam biru.

Seorang wanita dan dua anaknya juga tewas pada Rabu ketika sebuah sepeda motor terkena serangan udara pemerintah di kota Idlib, Maaret al-Numan. Tahun lalu, Rusia dan Turki menjadi perantara gencatan senjata di Idlib, menghentikan serangan yang direncanakan oleh pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang berusaha merebut kembali kendali daerah itu dari kelompok-kelompok oposisi bersenjata. Provinsi ini dipegang oleh mantan afiliasi Al-Qaeda Suriah, Hayat Tahrir al-Sham.

Namun pasukan Suriah telah merebut beberapa wilayah Idlib setelah serangan pemerintah di provinsi itu meningkat dalam beberapa pekan terakhir dan gencatan senjata terjadi. Menurut PBB, kekerasan itu membuat hampir 270 ribu warga mengungsi pada Mei saja.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA