Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Jepang Diminta Jadi Penengah Konflik Iran-AS

Rabu 12 Jun 2019 18:45 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Israr Itah

PM Jepang Abe Shinzo

PM Jepang Abe Shinzo

Foto: Reuters
Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo dijadwalkan bertemu Presiden Iran Hassan Rouhani.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran meminta Jepang untuk menjadi penengah konflik mereka dengan Amerika Serikat. Dengan bantuan Jepang, Iran menginginkan AS memikirkan ulang sanksi minyak yang diberlakukan kepada mereka. Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo dijadwalkan bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani dan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada pekan ini. 

"Jepang dapat membantu meredakan ketegangan yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika. Sebagai isyarat niat baik, Amerika harus mengangkat sanksi minyak yang tidak adil atau memperpanjang keringanan atau menangguhkan mereka," kata seorang pejabat senior Iran kepada Reuters, Rabu (12/6).

Baca Juga

Jepang merupakan sekutu AS yang memiliki hubungan diplomatik cukup baik dengan Iran. Dengan demikian, Jepang berada dalam posisi untuk menjadi penengah untuk menyelesaikan konflik antara Iran dan AS.

"Abe dapat menjadi mediator yang hebat untuk memfasilitasi itu (mengurangi sanksi minyak). Jepang selalu menghormati Iran dan Abe dapat memainkan peran yang sangat konstruktif untuk menenangkan ketegangan yang sedang berlangsung yang dapat membahayakan wilayah (Timur Tengah)," kata pejabat Iran lainnya, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya. 

Abe akan mengadakan pembicaraan dengan Rouhani pada Rabu sore waktu setempat. Kemudian pada Kamis (13/6), Abe dijadwalkan bertemu dengan Khamenei.

"Jepang ingin melakukan sebanyak mungkin menuju perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah," kata Abe di Tokyo, sebelum keberangkatannya ke Teheran. 

Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir. Tepatnya, setahun setelah AS membatalkan perjanjian nuklir antara Iran dan negara-negara lainnya. Washington menyebut ada kecacatan dalam perjanjian nuklir tersebut, dan mendorong Iran ke dalam negosiasi baru. 

AS juga memerintahkan semua negara dan perusahaan untuk menghentikan impor minyak dari Iran. Bahkan, yang paling ekstrem, yakni AS ingin Iran dikeluarkan dari sistem keuangan global. Selain itu, AS mengirim pasukan bersenjata ke wilayah Teluk untuk mengatisipasi ancaman dari Iran terhadap kepentingan AS di Timur Tengah. 

Administrasi Trump telah mencabut keringanan terhadap sanksi minyak Iran pada Mei. Keringanan sanksi tersebut membuat beberapa negara, termasuk Jepang dapat tetap membeli minyak mentah dari Iran. Meski ada keringanan, Jepang memutuskan untuk berhenti mengimpor minyak dari Iran untuk menghindari sanksi AS. 

sumber : REUTERS
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA