Kamis, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Kamis, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Dunia Arab Kecam Serangan Houthi di Bandara Saudi

Rabu 12 Jun 2019 23:50 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Gita Amanda

Asap muncul dari ledakan di sebuah depot senjata yang diduduki milisi Houthi sehari setelah AS menuduh Iran mempersenjatai milisi Houthi dengan rudal, di Sana'a, Yaman, Jumat (15/12).

Asap muncul dari ledakan di sebuah depot senjata yang diduduki milisi Houthi sehari setelah AS menuduh Iran mempersenjatai milisi Houthi dengan rudal, di Sana'a, Yaman, Jumat (15/12).

Foto: EPA-EFE/YAHYA ARHAB
Serangan rudal menjadi bukti upaya milisi Houthi merusak keamanan regional.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Pemimpin dari seluruh dunia Arab mengutuk serangan rudal Houthi di Bandara Internasional Abha, Arab Saudi, Rabu (12/6) dini hari. Milisi Houthi yang didukung Iran, menyerang bandara di Arab Saudi selatan dan melukai 26 warga sipil.

Baca Juga

Seperti dilansir di Arab News pada Rabu (12/6), Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan berdiri di sisi Saudi. Negara itu menganggap serangan rudal menjadi bukti upaya milisi Houthi merusak keamanan regional. Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri UEA menyatakan solidaritasnya dengan Arab Saudi.

Emirat menyatakan melawan segala ancaman terhadap keamanan dan stabilitas Kerajaan. UEA juga menyatakan dukungan untuk semua tindakan memerangi ekstremisme dan terorisme Houthi, demi menjaga keamanan Kerajaan, serta keselamatan warga dan penduduk di wilayahnya.

Bahrain juga mengatakan sangat mengutuk serangan itu. Bahrain menganggap serangan itu sebagai tindakan teroris dan kriminal terhadap warga sipil yang tidak bersalah. Kementerian Luar Negeri Bahrain menyatakan dukungannya kepada Kerajaan Arab Saudi. Negara itu menegaskan pentingnya keteguhan dunia internasional melawan Iran, agar menghentikan dukungannya terhadap tindakan terorisme.

Kuwait sepakat dengan bahrain yang menyatakan penargetan bandara sipil adalah serangan kriminal. Amir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmed menyatakan kecaman dari negaranya atas tindakan terorisme yang mengganggu stabilitas keamanan. Dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada Raja Saudi Salman bin Abdulaziz, Al-Ahmed menegaskan dukungan Kuwait untuk semua tindakan yang diambil Kerajaan menghadapi terorisme dan menjaga keamanan.

Kedutaan Besar AS di Arab Saudi mengutuk keras serangan milisi Houthi yang menargetkan warga sipil tidak bersalah. Misi AS di Kerajaan juga mengeluarkan peringatan keamanan dan mengatakan Kedutaan Besar AS di Riyadh dan Konsulat Jenderal di Jeddah dan Dhahran sedang memantau situasi.

Sementara itu, Pentagon mengatakan serangan itu menunjukkan bukti baru tentang peran jahat Iran di wilayah tersebut. Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga mengutuk tindakan kriminal Houthi dan menyerukan kepada semua orang agar mengutuk serangan itu.

Kementerian luar negeri Arab Saudi mengatakan serangan terhadap wilayah Kerajaan itu melambangkan peningkatan ancaman yang serius. Mesir mengatakan mendukung Arab Saudi, setelah serangan itu. Mesir menyerukan penghentian segera semua serangan di wilayah Saudi. Karena itu, Mesir menentang segala upaya yang menargetkan Kerajaan. Kementerian Luar Negeri Yordania juga mengutuk serangan teroris di bandara sipil Saudi. Yordania mendukung Arab Saudi dalam semua langkah untuk menjaga keamanannya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA