Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

UEA: Serangan Kapal Tanker Disponsori Negara

Ahad 16 Jun 2019 23:09 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Andri Saubani

Kerusakan yang dialami kapal tanker minyak Kokuka Courageous di Teluk Oman dekat pantai Iran, Kamis (13/6).

Kerusakan yang dialami kapal tanker minyak Kokuka Courageous di Teluk Oman dekat pantai Iran, Kamis (13/6).

Foto: U.S. Central Command via AP
UEA tidak menyebut identitas negara yang menyeponsori serangan kapal tanker.

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI – Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan, bahwa serangan terhadap empat kapal tanker yang terjadi di wilayah pera iran nya bulan lalu disponsori negara. Kendati demikian, ia tak menyebut identitas negara terkait.

“Kesimpulan kami adalah ini hanya dimungkinkan oleh serangan yang disponsori negara,” ujar Menteri Luar Negeri UEA Al Nahyan kepada awak media pada Sabtu (15/6).

Dia enggan mengungkap siapa negara yang mendalangi serangan tersebut. “Tapi kami berharap bahwa kami dapat bekerja lebih jauh dengan teman dan mitra kami dalam mencegah peningkatan tersebut dan bergerak maju,” ujarnya.

Sebelumnya akun Twitter Arabiya TV, mengutip Al Nahyan, mengatakan bahwa “sidik jari” Iran tertera jelas dalam serangan kapal tanker pada Mei lalu. Namun, cicitan Arabiya TV itu kemudian dihapus. Belum ada penjelasan terkait hal itu dari Arabiya TV.

Sementara itu Amerika Serikat (AS) telah menuding Iran terlibat dalam serangan kapal tanker bulan lalu. Tuduhan tersebut telah dibantah tegas oleh Teheran.

Pada 12 Mei, dua kapal tanker milik Arab Saudi dan satu kapal tanker milik UEA dan Norwegia disabotase. Menurut penyelidikan awal yang dilakukan ketiga negara, kapal mereka diserang menggunakan ranjau limpet. Ranjau ditempel di bagian lambung kapal.

UEA percaya dibutuhkan informasi intelijen tingkat tinggi untuk melakukan serangan semacam itu. Sebab pengetahuan yang mendetail tentang desain kapal diperlukan untuk meledakkan ranjau tanpa menenggelamkan kapal.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA