Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Xi Jinping akan Berkunjung ke Korea Utara

Selasa 18 Jun 2019 05:30 WIB

Rep: lintar satria/ Red: Dwi Murdaningsih

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un bersalaman dengan Presiden Cina Xi Jinping saat bertemu di Beijing, Rabu (28/3).

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un bersalaman dengan Presiden Cina Xi Jinping saat bertemu di Beijing, Rabu (28/3).

Foto: CCTV via AP Video
Kedua negara akan saling tukar pandangan tentang situasi di Semenanjung Korea.

REPUBLIKA.CO.ID,  BEIJING--Presiden Cina Xi Jinping akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Utara (Korut) pada pekan ini. Senin (18/6) media milik pemerintah Cina CCTV melaporkan dalam kunjungan ini Xi akan bertemu dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un pada hari Kamis atau Jumat mendatang.

Kunjungan ini dilakukan ketika pembicaraan denuklirisasi Semenanjung Korea antara Amerika Serikat (AS) dengan Korut berjalan di tempat. Ini akan menjadi kunjungan pertama Xi setelah 14 tahun.

Kantor berita Korut KCNA juga melaporkan tentang kunjungan ini. Tapi mereka tidak memberikan rinciannya.

Kunjungan ini bertepatan dengan 70 tahun hubungan diplomatik antara Cina dan Korut. CCTV melaporkan kedua kepala negara itu akan saling tukar pandangan tentang situasi di Semenanjung Korea.

Kunjungan ini dilakukan ketika negosiasi antara AS dan Korut berada dalam kebuntuan. Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong Un di Vietnam tidak menghasilkan apa-apa.

AS menolak permintaan Korut untuk mencabut sanksi PBB sebagai ganti atas pembongkaran komplek nuklir yang mereka lakukan. Sejak pertemuan tersebut belum diumumkan ada kontak antara AS dengan Korut.

Pada bulan April lalu Kim berkunjung ke Timur Jauh Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin. Ini langkah yang dianggap untuk memperkuat daya tawar Pyongyang atas Washington. Serta untuk membujuk Rusia bersedia melonggarkan implementasi sanksi internasional terhadap Korut.

Pada bulan lalu Korut melepaskan tembakan misil jarak pendek dan beberapa senjata lainnya ke laut. Tampaknya untuk memberikan tekanan terhadap AS.

KCNA melaporkan pada bulan April lalu Kim mengatakan akan memberikan waktu kepada AS 'sampai akhir tahun ini' untuk memberikan proposal tawaran yang baru. Sejak berkuasa pada tahun 2012 Kim sudah bertemu dengan Xi sebanyak empat kali di Cina.

Pertemuan ini diatur sesuai dengan pertemuan Kim dengan Trump dan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in. Menyoroti peran Beijing sebagai pemain kunci dalam kebuntuan negosiasi denuklirisasi ini.

Sudah sejak lama Beijing menganjurkan pendekatan 'penangguhan ganda' dimana Korut akan menghentikan aktivitas misil dan nuklir mereka. Sementara itu AS dan Korsel juga menghentikan latihan militer gabungan skala besar. 

Pengamat politik Cina Zhang Lifan mengatakan tampaknya kunjungan Xi ini bukan untuk menciptakan terobosan. Tapi sekedar mengingatkan negara-negara lainnya posisi unik Cina.

Zhang mengatakan Beijing mungkin sedang memperluas pengaruh mereka menjelang pertemuan G20 di Jepang pekan depan. Serta untuk menegaskan kembali peran Cina sebagai pemain global di saat meningkatnya kekhawatiran pernurunan pertumbuhan ekonomi mereka.

"Korea Utara kartu untuk Cina bermain, Cina mungkin ingin memerkan hubungan dnegan Korea Utara dan menunjukan pentingnya hubungan AS-Korea Utara," kata Zhang.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA