Jumat, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Jumat, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

AS Kirim Lebih dari 1.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

Selasa 18 Jun 2019 10:04 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Ani Nursalikah

Angkatan Laut AS mengatakan, anggota AL Garda Revolusi Iran memindahkan sebuah ranjau magnet dari dekat tanker Kokuka Courageous milik Jepang. Foto diambil dari helikopter AL AS.

Angkatan Laut AS mengatakan, anggota AL Garda Revolusi Iran memindahkan sebuah ranjau magnet dari dekat tanker Kokuka Courageous milik Jepang. Foto diambil dari helikopter AL AS.

Foto: U.S. Department of Defense via AP
AS khawatir dengan Iran terkait serangan dua kapal tanker di Teluk Oman.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan mengirim lebih dari 1.000 personel militer tambahan ke Timur Tengah. Hal itu dilakukan dengan alasan kekhawatiran atas ancaman Iran, menyusul serangan dua kapal tanker di Teluk Oman pekan lalu.

Baca Juga

“AS tidak mencari konflik dengan Iran, namun serangan-serangan Iran baru-baru ini mengesahkan informasi intelijen yang kami terima atas perilaku bermusuhan oleh pasukan Iran dan kelompok-kelompok proksi mereka yang mengancam,” ujar Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan dilansir DW, Selasa (18/6).

Sebelumnya, pada Mei lalu terdapat 1.500 tentara AS yang dikirim ke Timur Tengah setelah serangkaian serangan kapal tanker minyak Arab Saudi di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA). Saat itu, Iran telah dituding berada di balik insiden meski dibantah dengan tegas oleh negara tersebut.

Departemen Pertahanan AS mengklaim telah merilisi beberapa foto baru yang membuktikan pasukan Iran berada di balik serangan kapal tanker di Teluk Oman pada Kamis (13/6) lalu. Menurut Pentagon, foto-foto itu diambil dari sebuah helikopter Angkatan Laut dan menunjukkan beberapa Garda Revolusi Iran mengeluarkan sebuah ranjau magnet dari dekat tanker Kokuka milik Jepang. Sementara, foto kedua dimaksudkan untuk menunjukkan lubang besar di sisi tanker lainnya.

“Iran bertanggung jawab atas serangan berdasarkan bukti video dan sumber daya serta kecakapan yang diperlukan untuk dengan cepat menghapus tambang limpet yang tidak meledak," ujar Departemen Pertahanan AS.

Inggris juga melakukan penyelidikan independen yang menyatakan Iran terlibat dalam serangan kapal tanker tersebut. Meski demikian, Uni Eropa menyerukan agar semua pihak berhati-hati sebelum mengambil kesimpulan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA