Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Uni Eropa Dukung Mesir Pulangkan Artefak Selundupan

Selasa 18 Jun 2019 13:53 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

 Benda artefak Mesir kuno yang dikembalikan ke negara asalnya.

Benda artefak Mesir kuno yang dikembalikan ke negara asalnya.

Foto: abc news
Uni Eropa menegaskan artefak adalah kekayaan nasional Mesir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Duta besar Uni Eropa untuk Mesir, Ivan Surkos, menegaskan dukungan Uni Eropa terhadap upaya Mesir dalam memulangkan kembali artefak-artefak yang diselundupkan. 

Dia menggarisbawahi pentingnya pertukaran informasi untuk mencegah penyelundupan dan perdagangan benda-benda budaya dan artefak bersejarah. “Semua perjanjian internasional tentang pelarangan penyelundupan artefak curian agar diaktifkan,” seperti dilansir Ahram pada Selasa (18/6).  

Baca Juga

Pernyataan Surkos itu muncul di sela-sela upacara yang diselenggarakan Museum Mesir di Tahrir Square untuk perjanjian baru dengan Uni Eropa terkait renovasi dan mendesain ulang museum.  

Sebelumnya pada pekan lalu sejumlah pejabat Mesir menentang rencana penjualan patung batu Tutankhamun oleh sebuah rumah pelelangan Christie’s yang berbasis di London. Mereka mendesak untuk menunjukkan dokumen asal patung itu ditengah kekhawatiran bahwa patung tersebut telah keluar dari Mesir secara ilegal. 

Terkait masalah itu, Surkos mengatakan dia percaya bahwa pemerintah Inggris akan mengambil semua tindakan yang diperlukan sehubungan dengan penjualan artefak itu. 

Sementara itu, Surkos berharap proyek untuk mengembangkan museum yang akan menerima dana 3,1 juta euro dari Uni Eropa akan mampu mempromosikan pariwisata di Mesir dan berkontribusi untuk mencapai pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. 

Surkos menambahkan bahwa terdapat lima museum Eropa yang akan bekerja sama dalam proyek tersebut. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA