Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Istri Mursi Gambarkan Suaminya Sebagai Martir

Rabu 19 Jun 2019 10:15 WIB

Rep: Riza Wahyu Pratama/ Red: Ani Nursalikah

Mantan presiden Mesir Muhammad Mursi.

Mantan presiden Mesir Muhammad Mursi.

Foto: AP Photo
Persiapan pemakaman Morsi dilakukan di rumah sakit penjara,

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Istri Muhammad Mursi, Naglaa Mahmoud, berkabung atas kematian suaminya. Ia menggambarkan, mantan presiden Mesir itu sebagai martir.

Baca Juga

"Kami menganggap, suami saya, presiden Muhammad Mursi adalah martir," tulis Naglaa di Twitter, sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Selasa (18/6).

Naglaa menambahkan, persiapan pemakaman Mursi dilakukan di rumah sakit penjara Tora di bagian selatan Kairo. Jenazah juga dishalatkan di masjid tahanan tersebut.

"Hanya keluarga yang diperbolehkan datang dan melakukan shalat jenazah. Mursi dikuburkan di makam para pemimpin Ikhwanul Muslimin di Kota Nasr, wilayah timur Kairo. Pemerintah menolak Mursi dimakamkan di tempat tinggalnya, di Delta Nil, Provinsi Sharqia," katanya.

Pada saat yang sama, hal itu juga dikonfirmasi oleh dua anak Mursi, Ahmed dan Abdullah. Pengacara Mursi, Abdel Monem Abdel Maqsoud juga menyatakan hal yang sama.

Di sisi lain, tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Mesir dalam menyikapi pemakaman Mursi. Atas sedikitnya respons pemerintah, Turki, Qatar, Malaysia, dan PBB menyatakan belasungkawa atas meninggalnya Mursi. Selebihnya, tidak ada pernyataan resmi dari Mesir dan negara-negara Arab.

Pemimpin Ikhwanul Muslimin itu adalah presiden pertama yang terpilih secara demokratis pada 2012. Ia pingsan di pengadilan dan kemudian meninggal, Senin (17/6). Ia didakwa dengan tuduhan spionase.

Setelah menjabat selama setahun. Kemudian, ia digulingkan dalam kudeta militer berdarah yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan, Abdel Fattah el-Sisi.

Sebelum kematiannya, Mursi menghadapi sejumlah tuntutan hukum. Ia bersama beberapa kelompok hak asasi manusia dan pengamat independen menyatakanmursi tuntutan itu bersifat politis.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA