Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Maskapai AS Dilarang Lintasi Wilayah Udara Iran

Jumat 21 Jun 2019 12:09 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ani Nursalikah

Demonstran memegang tulisan 'No War' atau 'Katakan tidak pada Perang' di luar Gedung Putih, Kamis (20/6), setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran membuat kesalahan besar setelah menembak jatuh drone pengintai di Selat Hormuz di Iran.

Demonstran memegang tulisan 'No War' atau 'Katakan tidak pada Perang' di luar Gedung Putih, Kamis (20/6), setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran membuat kesalahan besar setelah menembak jatuh drone pengintai di Selat Hormuz di Iran.

Foto: AP Photo/Jacquelyn Martin
Hal itu menyusul meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Otoritas Penerbangan Amerika Serikat (FAA) telah melarang operator atau maskapai penerbangan negara tersebut terbang di wilayah udara yang dikendalikan Iran di atas Selat Hormuz dan Teluk Oman. Hal itu menyusul meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

Dalam perintah darurat yang dirilis pada Kamis (20/6), FAA menyinggung tentang insiden penembakan pesawat nirawak atau drone milik AS, Global Hawk, di kawasan tersebut pekan ini. Drone tersebut ditembak jatuh oleh rudal Iran.

FAA mengaku mencemaskan kejadian tersebut. "Ada banyak pesawat penerbangan sipil yang beroperasi di daerah itu pada saat penembakan," kata FAA.

FAA mengatakan prihatin dengan meningkatnya ketegangan di kawasan dan aktivitas militer dalam jarak yang dekat dengan rute pesawat sipil. Ia pun mengkhawatirkan tindakan Iran meluncurkan rudal jarak jauh di wilayah udara internasional dengan sedikit atau tanpa peringatan sama sekali.

Pada Kamis lalu, Pasukan Garda Revolusi Iran dilaporkan telah menembak jatuh drone RQ-4 Global Hawk milik AS yang melintasi wilayah udaranya. Hal itu dikonfirmasi seorang pejabat AS.

Kendati demikian, AS mengklaim pesawat nirawaknya tak memasuki wilayah udara Iran, tapi mengudara di zona internasional. Presiden AS Donald Trump pun cukup gusar atas kejadian tersebut.

Dia menyebut penembakan drone milik negaranya oleh Iran merupakan kesalahan besar. "Iran membuat kesalahan yang sangat besar!" ujarnya.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA