Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Donald Trump Tawarkan Pembicaraan dengan Iran

Jumat 21 Jun 2019 18:20 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

Foto: AP Photo/Susan Walsh
Donald Trump membatalkan perintah serangan militer AS ke Teheran, Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan menawarkan pembicaraan kepada Pemerintah Iran. Hal itu terjadi setelah Trump disebut memerintahkan militer AS menyerang Teheran, tapi kemudian membatalkannya menjelang eksekusi.

Baca Juga

Para pejabat Iran mengatakan Trump telah mengirim pesan kepada Pemerintah Iran. "Dalam pesannya, Trump mengatakan dia menentang setiap perang dengan Iran dan ingin berbicara dengan Teheran tentang berbagai masalah," kata salah satu pejabat senior Iran pada Jumat (21/6). 

Menurut dia, Trump enggan menunggu respons terlalu lama atas tawarannya. "Dia memberi waktu singkat untuk tanggapan kami, tapi tanggapan langsung Iran adalah bahwa hal itu tergantung pada pemimpin tertinggi (Ayatollah Ali) Khamenei untuk memutuskan tentang masalah ini," ujarnya. 

Namun, seorang pejabat Iran lainnya mengungkapkan bahwa Khamenei menentang setiap pembicaraan dengan AS. "Tapi pesan (Trump) itu akan disampaikan kepadanya untuk membuat keputusan," kata dia. 

New York Times melaporkan bahwa Trump telah menyetujui serangan militer terhadap Iran. Itu menjadi respons AS setelah pesawat nirawaknya ditembak jatuh oleh Teheran pada Kamis (20/6). 

Menurut New York Times, mengutip seorang pejabat senior, pesawat tempur dan kapal perang AS telah ditempatkan pada posisi. Mereka hanya menunggu instruksi untuk melancarkan serangan terhadap Iran. 

Serangan rencananya dilaksanakan pada Jumat dini hari. Hal itu guna meminimalkan risiko bagi warga sipil Iran. Namun Trump membatalkan rencana serangan itu pada menit-menit akhir menjelang pelaksanaan. 

Saat ini masih belum diketahui apakah AS akan melanjutkan niatnya menyerang Iran. Namun, Otoritas Penerbangan Federal AS telah memerintahkan agar para maskapai di negaranya tak melintasi wilayah udara Teheran di atas Selat Hormuz dan Teluk Oman. 

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA