Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

United Airlines Tangguhkan Penerbangan ke Mumbai

Jumat 21 Jun 2019 18:53 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Pesawat United Airlines.

Pesawat United Airlines.

Foto: EPA
Penangguhan penerbangan United Airlines terkait penembakan drone AS.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- United Airlines menangguhkan penerbangan antara bandara Newark di New Jersey dan ibu kota India, Mumbai. Hal itu menyusul tinjauan keamanan setelah Iran menembak jatuh pesawat pengintai AS.

Baca Juga

"Mengingat kejadian terkini di Iran, kami telah melakukan tinjauan keselamatan dan keamanan menyeluruh atas layanan India kami melalui wilayah udara Iran dan memutuskan untuk menangguhkan layanan kami," kata United Airlines di situs webnya dilansir Al Arabiya, Kamis (21/6). Meski demikian, waktu lamanya penangguhan tidak secara rinci dilaporkan.

Data pelacakan penerbangan pada Kamis menunjukkan pasukan Garda Revolusi Iran dilaporkan telah menembak jatuh drone RQ-4 Global Hawk milik AS yang melintasi wilayah udaranya. Hal itu dikonfirmasi seorang pejabat AS.

"Ancaman penembakan pesawat sipil di Iran selatan adalah nyata," katanya kepada para operator. "Dianjurkan untuk menghindari daerah Selat Hormuz-kesalahan identifikasi pesawat dimungkinkan," kata laporan itu.

Bulan lalu, Otoritas Penerbangan Amerika Serikat (FAA) menyarankan maskapai penerbangan untuk berhati-hati terbang di wilayah udara Iran dan daerah sekitarnya. Hal itu dikarenakan aktivitas militer yang meningkat dan adanya ketegangan politik.

"Meskipun Iran tidak memiliki niat untuk menargetkan pesawat sipil, keberadaan beberapa senjata jarak jauh yang canggih...menimbulkan kemungkinan risiko salah perhitungan atau kesalahan identifikasi, terutama selama periode ketegangan politik dan retorika yang meningkat," ujar FAA.

Kendati demikian, regulator tidak segera menanggapi permintaan komentar atas keputusan United Airlines. Seorang juru bicara United mengatakan, pelanggan yang terbang dari Mumbai ke Newark akan dipesan pada penerbangan alternatif kembali ke Amerika Serikat.

"Kami terus mengeksplorasi semua opsi dan tetap berhubungan dekat dengan otoritas pemerintah terkait untuk memberikan pelanggan kami pengalaman perjalanan paling efisien dalam situasi ini," kata juru bicara yang meminta anonim.

Pada Kamis, dua maskapai lain, American Airlines dan Delta Air Lines, menyatakan, keduanya tidak terbang di atas Iran.

Jatuhnya pesawat Global Hawk yang dapat terbang hingga 60 ribu kaki (18.300 m), adalah yang terbaru dari serangkaian insiden di wilayah Teluk. Hal itu mengancam pasokan minyak global termasuk serangan ledakan pada enam minyak tanker.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA