Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

18 Pekerja Konstruksi Kamboja Meninggal Tertimpa Gedung

Ahad 23 Jun 2019 15:05 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

Petugas penyelamat mengevakuasi korban ambruknya gedung di Provinsi Preah Sihanouk, Kamboja, Sabtu (22/6).

Petugas penyelamat mengevakuasi korban ambruknya gedung di Provinsi Preah Sihanouk, Kamboja, Sabtu (22/6).

Foto: Nokorwat News via AP
Gedung tujuh lantai yang ambruk di Kamboja merupakan proyek Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, PHNOM PENH -- Sebanyak 18 pekerja bangunan kamboja tewas dalam insiden rubuhnya konstruksi bangunan yang sedang mereka kerjakan, Sabtu (22/6). Pejabat setempat mengatakan tim penyelamat kesulitan mencapai tempat di mana para pekerja konstruksi terjebak di bawah reruntuhan.

Struktur baja dan semen tujuh lantai itu terletak kota Sihanoukville, sebelah barat ibu kota Phnom Penh. Gedung tersebut adalah proyek Cina. Setidaknya ada 24 orang yang terluka dalam peristiwa ini. Sementara beberapa pekerja lainnya masih terjebak di dalam reruntuhan.

"Struktur baja rubuh sendiri dan kami tidak berani memindahkannya, kami hanya menunggu dan mendengarkan jika ada tanda-tanda kehidupan," kata juru bicara pemerintahan provinsi Preah Sihanouk, Oar Sarouen, Ahad (23/6).

"Kami lebih takut jika struktur bangunan akan menimpa mereka, kami akan berkerja sampai malam untuk menyingkirkan baja-bajanya," kata Sarouen.

Dalam pernyataan yang dirilis Pemerintahan Provinsi Preah Sihanouk disebutkan 40 persen puing dari reruntuhan gedung tersebut sudah disingkirkan. Sampai saat ini belum diketahui berapa jumlah orang yang masih hilang.

Dalam foto tempat kejadian yang dibagikan di media sosial menunjukan tim penyelamat menelusuri puing-puing tumpukan baja dan semen. Dalam beberapa tahun terakhir Provinsi Preah Sihanouk dan kota terbesarnya Sihanoukville dibanjiri investasi dari Cina, terutama di sektor kasino, properti dan pariwisata.

Baca Juga

Sihanoukville adalah kota pelabuhan terbesar di Kamboja dan rumah bagi Zona Ekonomi Khusus Cina yang terkoneksi dengan Belt and Road Initiative. Kota itu  sedang mengalami ledakan pembangunan untuk melayani gelombang investor dan turis Cina.

Polisi sudah menangkap tiga orang tersangka termasuk tiga orang mandor pembangunan gedung. Pemerintah provinsi mengatakan para tersangka sedang ditanyai tentang insiden ini.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA