Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Sekjen PBB: Hindari Eskalasi di Kawasan Teluk

Senin 24 Jun 2019 04:35 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Ratna Puspita

Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengikuti pertemuan ASEAN Leaders Gathering yang diikuti para kepala negara/pemerintahan negara-negara ASEAN, sekjen ASEAN, direktur pelaksana IMF, presiden Grup Bank Dunia di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengikuti pertemuan ASEAN Leaders Gathering yang diikuti para kepala negara/pemerintahan negara-negara ASEAN, sekjen ASEAN, direktur pelaksana IMF, presiden Grup Bank Dunia di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Foto: Antara/ICom/AM IMF-WBG/Afriadi Hikmal
Donald Trump pun menegaskan ia tak ingin mencari peperangan apapun dengan Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, LISBON -- Ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran masih berlanjut. Pejabat militer Iran pun sempat memperingatkan tentang potensi menyebarnya konflik di kawasan Teluk.

Baca Juga

Menangapi hal itu, Sekretaris Jendral Persekutuan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan agar kedua pihak dapat mengindari eskalasi di wilayah tersebut. “Dunia tidak mampu melakukan konfrontasi besar di teluk. Oleh karena itu, semua orang harus menjaga urat baja-nya,” kata Guterres pada peringatan itu ia sampaikan di sela-sela World Conference of Ministers Responsible for Youth di Lisbon, Portugal pada Ahad (23/6) dilansir dari Reuters pada Senin (24/6). 

Komentar Guterres ini datang sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran. Rencananya, sanksi baru itu akan ditetapkan pada Senin waktu setempat.

 "Sangat penting untuk menghindari segala bentuk eskalasi," kata Guterres.

Di satu sisi, Donald Trump pun menegaskan ia tak ingin mencari peperangan apapun dengan Iran. “Saya tidak cari perang,” kata Trump dalam program NBC-Meet The Press.

Namun, berbagai sumber Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Trump telah memperingatkan lewat Oman bahwa serangan AS akan segera terjadi. Namun, Trump mengatakan bahwa ia menentang perang dan menginginkan negosiasi.

Ia pun menekankan bahwa dia tidak mengirim pesan ke Teheran untuk memperingatkan Iran tentang serangan AS. “Saya tidak mengirim pesan itu,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA