Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Menlu Saudi Tuding Iran Picu Ketegangan di Kawasan Teluk

Senin 24 Jun 2019 15:12 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nur Aini

Menlu Kerajaan Arab Saudi Adel bin Ahmed Al Jubeir. (Antara/Rosa Panggabean)

Menlu Kerajaan Arab Saudi Adel bin Ahmed Al Jubeir. (Antara/Rosa Panggabean)

Foto: Antara/Rosa Panggabean
Saudi khawatir perang Iran dan Amerika Serikat membahayakan semua pihak.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Menteri Negara Urusan Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, menyatakan kemungkinan terjadinya perang antara Iran dan Amerika Serikat membahayakan semua pihak. Dia menuding Iran kerap meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk.

Baca Juga

"Semua orang berusaha menghindari perang di kawasan itu. Perang akan berbahaya bagi semua orang. Namun, eskalasi selalu datang dari pihak Iran. Iran menyerang kapal tanker di Teluk, tidak hanya sekali tetapi dua kali," katanya dilansir dari Sputnik News, Senin (24/6).

Al-Jubeir mengatakan, Iran mengirim rudal balistik dan drone melalui proksi milisi Houthi terhadap jaringan pipa minyak Arab Saudi dan bandara Saudi. Iran menurutnya telah terlibat dalam perilaku agresif dan mengancam.

Awal bulan ini, AS meningkatkan kehadiran militernya di Teluk Persia. Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton mengatakan langkah tersebut sebagai sinyal yang jelas dan tidak salah bagi rezim Iran. Bolton mengatakan, serangan terhadap kepentingan AS atau sekutunya, akan menemui kekuatan kejam.

Kemudian Kamis pekan lalu, Iran menjatuhkan pesawat pengintai militer AS. Pihak AS menyebut pesawat tanpa awaknya berada di wilayah udara internasional. Namun, Iran menganggap pesawat AS itu berada di atas wilayah Iran.

Presiden AS Donald Trump sempat menuturkan dirinya tidak ingin perang dengan Iran. "Kalau pun ada (peperangan dengan Iran), maka itu akan lenyap seperti yang belum pernah Anda lihat sebelumnya. Tetapi saya tidak ingin melakukan itu," ucapnya.

Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa Iran tidak bermaksud untuk berperang dengan AS tetapi akan terus menentang Washington.

Ahad kemarin, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berangkat ke Arab Saudi dan Uni Emirate Arab untuk menetapkan apa yang disebut sebagai 'koalisi global' terhadap Iran. Sementara, Washington diperkirakan akan menjatuhkan sanksi "besar" baru terhadap Teheran pada Senin.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA