Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Erdogan akan Bertemu Donald Trump di KTT G-20 Osaka Jepang

Rabu 26 Jun 2019 02:46 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Presiden AS Donald Trump bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Roosevelt Room Gedung Putih, Selasa, 16 Mei 2017 di Washington.

Presiden AS Donald Trump bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Roosevelt Room Gedung Putih, Selasa, 16 Mei 2017 di Washington.

Foto: AP Photo/Evan Vucci
Erdogan dan Trump akan membahas pembelian sistem pertahanan rudal Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) dalam kesempatan KTT G-20 di Osaka, Jepang pekan ini. Berbagai hal akan dibahas kedua pemimpin.

Baca Juga

Dilansir Anadolu Agency, menurut seorang pejabat senior Gedung Putih, kedua pemimpin akan membahas persoalan sistem pertahanan rudal S-400 Rusia yang akan dibeli Turki. Selain itu, kedua pemimpin akan membahas hubungan bilateral kedua negara.

Pejabat Gedung Putih juga mengatakan, Trump akan bertemu sejumlah pemimpin dunia. Mereka di antaranya Presiden Cina Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Perdana Menteri India Shinendra Abi, Kanselir India Angela Merkel dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketegangan antara AS dan Turki meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Penyebabnya yakni Turki akan mulai menerima sistem pertahanan rudal darat Rusia yang menurut Washington akan membahayakan peran Turki dalam program F-35, sehingga dapat memicu sanksi.

Menyusul upaya berlarut-larut untuk membeli sistem pertahanan udara dari AS tanpa hasil, Ankara memutuskan pada 2017 untuk membeli S-400 Rusia. Para pejabat AS pun menyarankan Turki untuk membeli sistem rudal Patriot AS F-35 daripada S-400 dari Moskow.

Washington menilai sistem Rusia tidak sesuai dengan sistem NATO. Namun Turki, bagaimanapun, menekankan S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO. Turki juga meyakinkan semua pihak bahwa S-400 Rusia tidak akan menimbulkan ancaman bagi aliansi.

Kendati demikian, Erdogan mengatakan, Turki akan mulai menerima pesanan sistem pertahanan udara S-400 Rusia pada Juli mendatang. "Kami berharap akan mulai menerima sistem pertahanan udara S-400 yang kami pesan bulan depan," kata Erdogan.

Presiden mengatakan, persoalan S-400 secara langsung berkaitan dengan hak kedaulatan Turki. "Kami tidak akan mengambil langkah mundur dari apa yang telah terlaksana," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA