Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

PM Australia: Cina Harus Lakukan Reformasi Ekonomi

Rabu 26 Jun 2019 14:41 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Ani Nursalikah

 Perdana Menteri Australia Scott Morrison berbicara kepada media saat konferensi pers di Kirribilli House di Sydney, Australia, Jumat (15/3).

Perdana Menteri Australia Scott Morrison berbicara kepada media saat konferensi pers di Kirribilli House di Sydney, Australia, Jumat (15/3).

Foto: EPA-EFE/Peter Rae
Kritik Morrison terhadap Cina justru dapat menyulut ketegangan Australia-Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan, Cina harus melakukan reformasi ekonomi untuk mengakhiri perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). Morrison menambahkan, perekonomian Cina harus mencerminkan kedewasaan.

Baca Juga

“Transfer teknologi secara paksa tidak adil. Pencurian kekayaan intelektual tidak dapat dibenarkan, terlepas dari mana itu dimulai. Subsidi industri dapat membuat kelebihan produksi. Kenaikan Cina sekarang telah mencapai apa yang saya gambarkan sebagai tingkat ambang kematangan ekonomi," kata Morrison dalam pidatonya di Sydney, Rabu (26/6).

Kedutaan Besar Cina di Australia tidak menanggapi komentar atas pernyataan Morrison tersebut. Dosen ilmu politik di Flinders University, Haydon Manning mengatakan, kritik Morrison terhadap Cina justru dapat menyulut ketegangan antara Sydney dan Beijing.

"Cina tidak akan senang dengan komentar-komentar ini. Ini mungkin menandakan bahwa setelah kemenangan pemilihannya pada Mei, Morrison mungkin akan mengubah cara pemerintah dalam mendekati hubungannya dengan Cina," kata Manning.

Australia dan Cina telah menandatangani pakta perdagangan pada 2015. Sejak saat itu, perdagangan kedua negara meningkat hingga mencapai rekor 127,46 miliar dolar AS. Namun, hubungan kedua negara mulai mengalami ketegangan setelah mantan perdana menteri Australia Malcolm Turnbull menuding Cina telah mencampuri urusan dalam negerinya.

Hubungan antara Cina dan Australia semakin memburuk dengan keputusan Canberra yang melarang Huawei mengembangkan jaringan broadband 5G pada tahun lalu. Setelah Morrison menjadi perdana menteri pada Agustus lalu, dia berusaha memperbaiki hubungan dengan Cina dan menahan diri dari kritik publik terhadap Beijing.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA