Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Hamas: Palestina tidak untuk Dijual

Kamis 27 Jun 2019 19:06 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Ismail Haniyah

Ismail Haniyah

Foto: EPA/Mohammed Saber
Hamas menilai pertemuan di Manama yang diinisiasi AS tak dapat diterima.

REPUBLIKA.CO.ID, JALUR GAZA -- Kepala biro politik Hamas Ismail Haniyah menilai Pertemuan Manama di Bahrain yang diselenggarakan atas inisiatif Amerika Serikat beberapa waktu lalu hanya upaya politik dalam menghilangkan masalah utama Palestina. Pertemuan yang bertujuan untuk perdamaian Timur Tengah itu, menurutnya tidak dapat diterima.

Pernyataan Haniyah disampaikan saat berpidato di konferensi yang diselenggarakan oleh faksi-faksi Palestina dengan tema Konferensi Nasional Palestina untuk menghadapi Kesepakatan Abad Ini, Selasa (25/6) waktu setempat.

"Kami menyaksikan momen bersejarah yang penting. Posisi kami jelas: Palestina tidak untuk dijual. Tidak untuk kesepakatan yang menguntungkan hegemoni penjajah atas tanah kami," ujar Haniyah seperti dikutip Middle East Monitor, Kamis (27/6).

Haniyeh menunjukkan, bahwa Pertemuan Manama sama saja seperti memberikan Israel lampu hijau untuk memperluas upaya pendudukannya dan mengendalikan seluruh Tepi Barat. "Di samping membuka jalan untuk normalisasi dengan negara-negara Arab, dan integrasi penjajah di wilayah tersebut," tegasnya.

Haniyah mengatakan, Pertemuan Manama memang lahir, tapi langsung mati dan dihadapkan dengan frustrasi. Rakyat Palestina, kata dia, saat ini bersatu dalam menghadapi kesepakatan ini.

"Semua orang Arab berdiri hari ini untuk menekankan pentingnya perjuangan Palestina, dan bahwa Yerusalem adalah kompas bangsa," ujarnya.

Pada Selasa malam, Manama Peace to Prosperity Workshop dimulai di Bahrain. Acara itu mengamati aspek ekonomi dari rencana penyelesaian perdamaian Timur Tengah, yang dikenal sebagai kesepakatan abad yang diinisiasi AS.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA