Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

PBB: Situasi Sosial dan Ekonomi Gaza Memburuk

Ahad 30 Jun 2019 19:57 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Yudha Manggala P Putra

Salah satu sudut Kota Gaza yang masih terblokade.

Salah satu sudut Kota Gaza yang masih terblokade.

Foto: Dok MER-C Gaza
Blokade Israel dilaporkan penyebab utama situasi sosial dan ekonomi Gaza memburuk.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan situasi sosial dan ekonomi di Jalur Gaza kian memburuk. Blokade Israel menjadi penyebab utama hal tersebut.

“Situasi sosial dan ekonomi di Gaza bergerak dari buruk menjadi lebih buruk,” ujar Direktur Operasi UNRWA di Gaza, Matthias Schmale, saat menghadiri pertemuan yang diselenggarakan Press House pada Ahad (30/6), dilaporkan laman Middle East Monitor.

Menurut dia, blokade Israel yang telah berlangsung selama 12 tahun merupakan penyebab utama memburuknya situasi di Gaza. “Blokade telah menyebabkan tingkat pengangguran yang lebih tinggi, keruntuhan ekonomi, dan pembatasan perdagangan bebas,” ucapnya.

Menurut Biro Pusat Statistik Palestina, jumlah pengangguran di Gaza terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2018, persentase pengangguran di sana mencapai 52 persen dari totall populasi sekitar dua juta orang. Jumlah tersebut meningkat delapan persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baru-baru ini, Program Pangan Dunia PPB (WFP) melaporkan bahwa Gaza dibekap rawan pangan. Hal itu mempengaruhi setidaknya dua pertiga penduduk di sana.

Israel mulai menerapkan blokade terhadap Gaza pada 2007. Hal itu terjadi sejak Hamas mengambil alih kontrol daerah tersebut dari tangan Fatah. Sejak saat itu, hubungan dua faksi Palestina tersebut pun tak harmonis. Keduanya kerap terlibat perselisihan. Hal itu disebut-sebut turut berperan dalam membuat situasi di Gaza memburuk.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA