Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Konsorsium Indonesia akan Bangun Pendidikan di Palestina

Ahad 30 Jun 2019 23:36 WIB

Red: Agung Sasongko

Bendera Palestina

Bendera Palestina

Foto: AP
Ada empat langkah strategis yang disiapkam empat konsorsium tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Dalam pelaksanaan Konser Amal Palestina bertajuk ‘Voice of Children’, konsorsium Indonesia dari empat lembaga kemanusiaan memang memfokuskan pada pembangunan pendidikan di Palestina. Untuk wujudkan cita-cita anak-anak Palestina melalui pendidikan, akan ada empat langkah strategis yang harus serius dibenahi.

“Selama ini konsorsium Indonesia sudah mengadakan beberapa aksi bagi Palestina. Dan kami hari ini berkolaborasi untuk fokus pada pendidikan anak Palestina. Saat ini kondisi mereka harus menghadapi konflik dan sekolah mereka harus terputus,” ungkap Chief Marketing Officer Rumah Zakat, Irvan Nugraha, dalam konferensi pers sebelum konser dimulai di Balai Kartini, Ahad (30/6).

Ada empat langkah strategis yang dimulai untuk mewujudkan mimpi mereka. Pertama adalah pembebasan lahan dan proses administrasi, kemudian kedua ada proses renovasi yang masih berjalan, ketiga juga mempersiapkan proses persiapan pembelajaran, guru serta kurikulum, dan keempat yang menjadi PR besar adalah untuk menjaga sekolah yang telah dibangun ini agar terus berjalan dan bisa mandiri.

“Kami ingin mimpi anak-anak di Palestina ini dapat terwujud. Mudah-mudahan acara konser ini juga bisa rangkaian mengajak masyarakat untuk berdonasi juga,” kata Irvan.

Untuk pembebasan lahan dan proses administrasi di wilayah konflik tersebut, keempat lembaga kemanusiaan yang tergabung dalam konsorsium Indonesia, sudah menjajaki sejak lama. Sebelum membangun sekolah, sudah dicek juga status tanahnya.

Tanah tempat dibangunnya sekolah itu sudah dipastikan asli milik warga Palestina, dan sudah selesaj status wakafnya du Pengadilan Syariah Kerajaan Yordania. "Kita harapkan tanah ini tidak dikuasai Israel, sehingga guru bisa aman melakukan pembelajaran. Kurikulum juga menggunakan kurikulum Palestina," ungkap Irvan.

Kurikulum dan guru yang mengajar sudah dipastikan berasal dari warga Palestina, karena sekolah ini memang berbasis masyarakat demi terjaminnya pendidikan yang baik. Meskipun, saat ini sudah ada juga program beasiswa untuk anak-anak Palestina agar bisa bersekolah ke Indonesia, namun pihaknya ingin agar mereka bisa sekolah di negaranya sendiri.

Saat ini, sudah ada dana sebesar US$ 1 juta untuk melakukan pembangunan dimana US$ 700 ribu untuk pembebasan lahan dan pembangunan, dan US$ 300 ribu untuk fasilitas bangunan sekolah yang akan disediakan. Sementara untuk buku-buku dan guru-guru masih membutuhkan US$ 500 ribu.

Konsorsium Indonesia dari empat lembaga kemanusiaan yakni Human Initiative, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, dan Nurul Hayat, menggelar Konser Amal Palestina bertajuk ‘Voice of Children’ pada Ahad (30/6). Konser Amal ini digelar untuk menggalang dana pembangunan sekolah di Gaza, Palestina.

Konser Amal Palestina digelar dalam rangka mengajak partisipasi masyarakat yang jauh lebih luas, dengan menghadirkan artis ternama seperti Sabyan Gambus, Opick Tomboati, Indah Dewi Pertiwi dan Izzatul Islam.

Konsorsium Indonesia ini telah dibentuk pada 14 Februari 2019 di Kolega Antasari, Jakarta Selatan. Empat lembaga kemanusiaan di dalamnya, merupakan Lembaga Amil Zakat dan Lembaga Sosial yang memiliki izin resmi dari pemerintah Indonesia sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) oleh Kementerian Agama dan Organisasi Sosial Nasional dari Kementerian Sosial.

Konsorsium Indonesia merupakan wujud dari kepedulian masyarakat Indonesia terhadap anak-anak Palestina yang masih sulit dalam megakses layanan pendidikan, Konsorsium Indonesia menggagas program Sekolah Untuk Palestina.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA