Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Putaran Baru Perundingan Nuklir Korut Segera Digelar

Senin 01 Jul 2019 09:30 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Ani Nursalikah

Pencitraan satelit yang dirilis pada 30 Maret 2018 yang menunjukkan lokasi uji coba nuklir Punggye-ri, Korea Utara

Pencitraan satelit yang dirilis pada 30 Maret 2018 yang menunjukkan lokasi uji coba nuklir Punggye-ri, Korea Utara

Foto: ABC News
Putaran pembicaraan baru denuklirisasi Korut akan dilakukan pada Juli ini.

REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat (AS) donald trump sepakat mendorong kembali dialog denuklirisasi semenanjung Korea. Media pemerintah Korut, KCNA melaporkan, kedua pemimpin negara sepakat membuat terobosan baru dalam denuklirisasi semenanjung Korea dan meningkatkan hubungan bilateral.

"Para pemimpin utama kedua negara sepakat tetap berhubungan di masa depan juga, dan melanjutkan dan mendorong dialog produktif untuk membuat terobosan baru dalam denuklirisasi semenanjung Korea dan dalam hubungan bilateral," kata kantor berita KCNA, Senin (1/7).

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, putaran pembicaraan baru mengenai denuklirisasi akan dilakukan pada Juli ini. Namun, Pompeo belum menyebutkan tanggal spesifiknya. KCNA melaporkan, selama pertemuan Kim dan Trump menjelaskan mengenai keteganga di semenanjung Korea yang menjadi perhatian serta kepentingan bersama.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyambut baik pertemuan antara Kim dan Trump. Juru Bicara PBB, Stephane Dujurric mengatakan, PBB sepenuhnya mendukung upaya berkelanjutan dari kedua belah pihak untuk membangun hubungan baru menuju perdamaian berkelanjutan, menciptakan keamanan dan denuklirisasi Semenanjung Korea.

Sementara itu, dosen di Akademi Diplomatik Nasional Korea, Kim Hyun-wook mengatakan, dimulainya kembali perundingan nuklir merupakan fakta yang sangat menggembirakan. Namun, hal ini tidak berarti bahwa kedua belah pihak telah menyesuaikan posisi mereka masing-masing.

"Fakta perundingan nuklir telah dimulai sangat menggembirakan, tetapi itu tidak berarti bahwa kedua belah pihak telah menyesuaikan posisi mereka dan menetapkan kondisi untuk keberhasilan negosiasi tingkat tinggi," kata Kim Hyun-wook.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA