Rabu, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 Januari 2020

Rabu, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 Januari 2020

Eropa Diperkirakan Makin Panas pada Akhir Pekan

Kamis 27 Jun 2019 08:55 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

Seorang pria mendinginkan diri di tengah cuaca panas ekstrem Eropa di air mancur taman Lustgartendi Berlin, Jerman, Rabu (26/6).

Seorang pria mendinginkan diri di tengah cuaca panas ekstrem Eropa di air mancur taman Lustgartendi Berlin, Jerman, Rabu (26/6).

Foto: AP Photo/Markus Schreiber
Udara panas yang bertiup dari Afrika utara merupakan penyebab gelombang panas Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Jerman, Polandia dan Republik Ceko mencapai suhu tertinggi yang pernah tercatat, Rabu (26/6). Diperkirakan suhu tinggi akan berlanjut karena panas terus meningkat dalam beberapa hari mendatang.

Dilansir di BBC, Kamis (27/6), beberapa negara, termasuk Prancis dan Swiss, diperkirakan akan mencapai level di atas 40 derajat Celsius. Para ahli meteorologi mengatakan, udara panas yang bertiup dari Afrika utara merupakan penyebab gelombang panas Eropa.

Pejabat Prancis telah mengeluarkan peringatan keras tentang risiko yang berpengaruh pada kehidupan. Pada Rabu, Menteri Solidaritas dan Kesehatan Prancis Agnes Buzyn, membela pemerintah terhadap klaim mereka khawatir tentang kondisi tersebut.

Prancis trauma oleh gelombang panas pada 2003 yang menyebabkan 15 ribu orang meninggal. Hampir semua negara sekarang berada di tahap waspada dengan tanda oranye, tingkat peringatan tertinggi kedua setelah merah. Otoritas lokal mengeluarkan saran tentang cara agar tetap tenang.

Pejabat Spanyol juga memperingatkan risiko signifikan kebakaran hutan di beberapa daerah. Adapun suhu telah naik dalam beberapa hari terakhir. Akan tetapi diperkirakan akan semakin panas di beberapa tempat menjelang akhir pekan.

Pada Rabu, Coschen di Brandenburg memuncak pada 38,6 derajat Celsius rekor Jerman baru untuk Juni. Radzyn di Polandia dan Doksany di Republik Ceko juga mencatat suhu tinggi nasional baru, dengan suhu masing-masing mencapai 38,2 derajat Celsius dan 38,9 derajat Celsius.

Sebagian dari Prancis dan Swiss juga mencatat suhu tertinggi sepanjang masa lokal mereka. Bahkan di dataran tinggi Alpen, suhu berada di atas 30 derajat Celsius di beberapa tempat.

Ahli meteorologi memperingatkan kondisi gelombang panas akan meningkat dalam beberapa hari mendatang. Di bagian timur laut Spanyol, mungkin mencapai 45 derajat Celsius pada Jumat.

Karena cuaca ini, beberapa sekolah Prancis menunda ujian penting dan bahkan tertutup bagi siswa. Beberapa kota, termasuk Paris dan Lyon, membatasi lalu lintas untuk mencoba dan mengurangi efek polusi selama gelombang panas.

Sementara Inggris akan menghindari panas terburuk, beberapa bagian negara termasuk London diperkirakan akan mencapai suhu 30 derajat Celsius pada Sabtu. Meski peristiwa cuaca ekstrem seperti gelombang panas terjadi secara alami, para ahli mengatakan ini akan terjadi lebih sering karena perubahan iklim.

Catatan yang kembali ke akhir abad ke-19 menunjukkan suhu rata-rata permukaan bumi telah meningkat sekitar satu derajat sejak industrialisasi. Sebuah lembaga klimatologi di Potsdam, Jerman, mengatakan lima musim panas terpanas di Eropa sejak 1500, semuanya berada di abad ke-21. Para ilmuwan khawatir pemanasan yang disebabkan oleh manusia secara cepat memiliki implikasi serius bagi stabilitas iklim planet ini.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA