Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Uni Emirat Arab Bantah Kepemilikan Senjata Temuan di Libya

Rabu 03 Jul 2019 15:08 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi berbagai jenis senjata api

Ilustrasi berbagai jenis senjata api

Foto: X80001/HANDOUT
Senjata temuan di Libya dianggap mencederai resolusi PBB.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI— uni emirat arab (UAE) membantah kepemilikan senjata yang ditemukan di Libya. Bantahan disampaikan Kementerian Urusan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional pada Selasa (2/7).

Baca Juga

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa Uni Emirat Arab kembali menegaskan komitmen mereka terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB tentang sanksi dan embargo senjata.

"Uni Emirat Arab mendesak semua pihak untuk turut meredakan ketegangan dan kembali terlibat dalam proses politik PBB," bunyi pernyataan tersebut.

Sementara secara terpisah, sebuah serangan udara menghantam pusat penahanan imigran di Tajoura, pinggir kota Tripoli, Libya. Seorang pejabat yang bekerja di lembaga anti-imigran ilegal ada beberapa imigran yang menjadi korban tewas.   

"Sangat prihatin dengan, laporan imigran dan pengungsi yang meninggal," tulis organisasi pengungusi PBB (UNHCR), Rabu (3/7) sebagaimana dilansir Reuters.  

Belum ada rincian lebih lanjut tentang insiden ini.  di Tajoura ada beberapa kamp militer pasukan yang bersekutu dengan pemerintah yang diakui masyarakat internasional. 

Mereka sedang bertempur melawan pasukan khalifa haftar yang mencoba merebut Tripoli. Pasukan Haftar yang bernama Tentara Nasional Libya (LNA) mengatakan akan mulai melancarkan serangan udara yang menargetkan Tripoli setelah 'sarana perang tradisional' telah habis. 

LNA gagal merebut Tripoli setelah bertempur selama tiga bulan. Pada pekan lalu mereka kehilangan kota Gharyan yang berhasil diambilalih pasukan pemerintah. 

Libya menjadi titik utama pintu keluar imigran dari negara Afrika dan Arab yang mencoba untuk pergi ke Italia dengan kapal. Pemerintah Libya menahan ribuan orang di pusat penahanan imigran itu. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA