Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Rusia Sebut Insiden Kebakaran Kapal Selam Rahasia Negara

Kamis 04 Jul 2019 03:30 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Ani Nursalikah

Presiden Rusia Vladimir Putin mendengarkan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu selama pertemuan mereka di Kremlin di Moskow, Rusia, Selasa (2/7). Kebakaran di salah satu kapal selam laut angkatan laut Rusia menewaskan 14 pelaut.

Presiden Rusia Vladimir Putin mendengarkan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu selama pertemuan mereka di Kremlin di Moskow, Rusia, Selasa (2/7). Kebakaran di salah satu kapal selam laut angkatan laut Rusia menewaskan 14 pelaut.

Foto: Alexei Druzhinin, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP
Pihak berwenang mengatakan kapal selam riset itu milik Angkatan Laut.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Pemerintah Rusia menolak memberikan perincian tentang kebakaran yang menewaskan 14 awak di kapal selam, Senin (1/7) lalu. Mereka mengklaim informasi itu adalah rahasia negara.

Dilansir di BBC, Kamis (4/8), Kementerian Pertahanan Rusia baru mengungkap insiden itu pada hari setelahnya pada Selasa (2/7). Dalam insiden itu, para korban meninggal karena menghirup asap.

Namun, informasi yang diberikan kepada media tak detail. Pihak berwenang menolak mengatakan apakah kapal itu bertenaga nuklir. Hal itu meningkatkan kekhawatiran tentang kemungkinan kebocoran radiasi.

Juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov, mengatakan perincian tentang kapal itu sepenuhnya rahasia. "Tidak ada yang ilegal tentang ini. Ini sepenuhnya sesuai dengan hukum Rusia tentang rahasia negara," katanya.

Pihak berwenang pertahanan mengatakan kapal itu adalah kapal selam riset angkatan laut yang sedang melakukan pengukuran di perairan Rusia. Tetapi media independen Rusia melaporkan itu adalah kapal selam kecil bertenaga nuklir.

Media tersebut bahkan menyebutnya sebagai kapal AS-12 Losharik. Para pejabat AS mengatakan kapal itu dirancang untuk memotong kabel bawah laut.

Pesawat itu sekarang berada di Severomorsk, pangkalan utama Armada Utara Rusia di Laut Barents. Pelabuhan itu juga merupakan rumah bagi kapal selam nuklir Kursk Rusia, yang tenggelam pada 2000 dan menewaskan 118 pelaut.

Dalam panggilan konferensi dengan wartawan, Peskov mengatakan sangat normal untuk merahasiakan rincian kapal. “Hal itu dilakukan untuk kepentingan negara dan keamanan negara,” ujar dia.

Dia menolak menjawab pertanyaan tentang nama kapal, misi, atau apakah kapal itu memiliki reaktor nuklir. Peskov kemudian mengatakan wartawan lebih baik bertanya kepada Kementerian Pertahanan.

Peskov menuturkan, Presiden Putin diberitahu segera tentang insiden yang melibatkan banyak korban meninggal itu. Dia mengungkapkan seraya menambahkan para kru telah bertindak heroik untuk menyelamatkan kapal. Akan tetapi, sekali lagi, pihak berwenang Rusia tidak merilis rincian insiden selama sehari setelah itu terjadi.

Putin pun menyatakan belasungkawa yang tulus kepada keluarga para korban. Dia juga mengatakan tujuh kapten dan dua personel yang termasuk di antara yang tewas telah dianugerahi gelar kehormatan tertinggi Rusia, yaitu Pahlawan Federasi Rusia.

Perihal apakah presiden akan bertemu kerabat kru yang tewas, Peskov mengatakan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu telah dikirim ke Severomorsk. Dia mengatakan presiden telah kembali ke Moskow dan memerintahkan penyelidikan atas kematian tersebut.

Setidaknya, terdapat sebuah laporan berita Rusia mengatakan ada lima anggota awak selamat dari insiden itu dan dibawa ke rumah sakit. Sayangnya, laporan itu masih berstatus belum dikonfirmasi.

Pada 2000, Putin sangat dikritik karena cara dia menangani bencana kapal selam Kursk. Laporan media pada saat itu menunjukkan presiden menikmati liburan di vila Laut Hitam ketika keluarga para korban menuntut informasi tentang kerabat mereka.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA