Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Aturan Lindungi Gaya Rambut Asli Warga Kulit Hitam Disahkan

Kamis 04 Jul 2019 11:55 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Indira Rezkisari

Bagi warga kulit hitam Amerika, diskriminasi termasuk terjadi pada pilihan model rambut.

Bagi warga kulit hitam Amerika, diskriminasi termasuk terjadi pada pilihan model rambut.

Foto: EPA
California menjadi begara bagian pertama yang lindungi gaya rambut kulit hitam.

REPUBLIKA.CO.ID, SACRAMENTO -- Negara bagian Amerika Serikat (AS) California secara resmi mengesahkan rancangan undang-undang yang melindungi warga kulit hitam dari diskriminasi. Secara khusus, aturan tersebut ditujukan untuk gaya rambut warga, yang kebanyakan memiliki rambut gimbal dan berkepang.

Gubernur California Gavin Newson mengatakan diskriminasi terhadap gaya rambut tersebut akan dilarang. Bagi siapapun yang melakukannya di wilayah negara bagian tersebut akan diproses secara hukum.

RUU untuk melindungi warga kulit hitam dari diskriminasi rambut tersebut secara resmi ditandatangani oleh Newsom pada Rabu (3/7). California menjadi negara bagian pertama di AS yang mengabadikan perlindungan semacam ini ke dalam hukum.

"Sejarah bangsa kita penuh dengan hukum dan norma sosial yang menyamakan 'kegelapan,' dan sifat-sifat fisik terkait, misalnya, kulit gelap dan rambut keriting ke lencana inferioritas, kadang-kadang tunduk pada perlakuan yang terpisah dan tidak setara," tulis kutipan dari Undang-undang yang disebut sebagai Crown Act (atau Creating a Respectful and Open World for Natural Hair), dilansir RT, Kamis (4/7).

Undang-undang ini mengecam  pemahaman masyarakat setempat yang menerapkan profesionalisme, namun cenderung diskriminatif. Beberapa perlakuan diskriminatif tersebut dikatakan terkait dengan standar orang-orang Eropa dalam norma-norma Eurosentris.

Para pekerja kulit hitam di California selama ini sering diminta untuk mengubah gaya rambut alami mereka. Karena itu, dalam rancangan undang-undang Crown, hak-hak sipil bagi mereka yang memiliki gaya rambut 'afro' akan dijamin.

RUU itu juga menyamakan diskriminasi rambut dengan diskiriminasi rasial secara luas. Dengan Crown, upaya yang membuat tak ada lagi diskriminasi rasial, seperti iklan-iklan kecantikan yang sering menggambarkan perempuan kulit hitam ingin memiliki kulit putih yang dianggap cantik.

Senator AS untuk California Holy Mitchell menjadi penggagas utama undang-undang Crown. Ia terinspirasi kasus di Alabama pada 2016, di mana seorang perempuan kehilangan kesempatan kerja karena memiliki rambut gimbal.

Padahal, gaya rambut dapat terkait dengan budaya dan ras, serta tak dapt berubah karena bagian dari karakteristik fisik. Selain itu, seorang pria yang akan melakukan pertandingan di sekolah menengah di New Jersey juga harus memotong rambut gimbalnya di pinggir jalan dengan tergesa-gesa. Hal itu dilakukan karena ia tak dapat mengikuti kompetisi jika memiliki rambut demikian.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA