Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Donald Trump akan Perlihatkan Kondisi Pusat Penahanan Migran

Senin 08 Jul 2019 12:34 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nur Aini

Petugas Patroli Bea Cukai dan Perbatasan menjaga pintu masuk pos Patroli Perbatasan di Clint, Texas, 26 Juni 2019. Fasilitas tersebut menjadi pusat penahanan anak migran di New Mexico dan West Texas sejak 2014.

Petugas Patroli Bea Cukai dan Perbatasan menjaga pintu masuk pos Patroli Perbatasan di Clint, Texas, 26 Juni 2019. Fasilitas tersebut menjadi pusat penahanan anak migran di New Mexico dan West Texas sejak 2014.

Foto: AP Photo/Cedar Attanasio
Pusat penahanan migran di AS mendapat kritik karena kondisinya tidak layak.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan memperlihatkan kondisi sejumlah pusat penahanan migran di negara tersebut kepada media pada Ahad (7/7). Selama ini, pusat penahanan migran di Negeri Paman Sam telah dikritik karena kondisi yang tak layak dan dinilai sangat buruk dengan kepadatan jumlah orang yang berada di sana.

Baca Juga

“Saya akan menunjukkan beberapa pusat penahanan ini kepada pers, saya ingin pers masuk dan melihatnya,” ujar Trump dalam sebuah pernyataan kepada sejumlah wartawan saat berada di Mossristown, New Jersey dilansir Al Arabiya, Senin (8/7). 

Trump mengatakan ingin agar media melihat bahwa jumlah migran yang berada di pusat penahanan tersebut sangatlah banyak. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah kesulitan menangani masalah banyaknya orang yang ada di sana, seperti tidak terkendali. 

“Kami akan meminta beberapa pers masuk karena mereka penuh sesak dan kami adalah orang-orang yang mengeluh tentang banyaknya jumlah mereka,” kata Trump. 

Pernyataan Trump datang menyusul berita yang diterbitkan oleh The New York Times dan The El Paso Times para Sabtu (6/7) lalu. Dalam sebuah artikel, dituliskan tentang stasiun patroli perbatasan di Clint, Texas yang dpenuhi dengan ratusan anak mengenakan pakaian kotor. Mereka kemudian dimasukkan ke dalam sel yang dipenuhi dengan berbagai penyakit. 

“Bau busuk dari pakaian kotor anak-anak begitu terasa hingga menyebar ke penjaga dan orang-orang sekitarnya. Tak sedikit yang harus mengerutkan hidung mereka dan anak-anak terus menangis,” tulis artikel tersebut. 

Artikel itu juga menyinggung tentang laporan pengawas Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS). Laporan yang dirilis pekan lalu itu telah memperingatkan bahwa kepadatan di berbagai pusat penahanan AS sangat berbahaya. Setiap fasilitas penahanan dapat menampung lebih dari ribuan migran, yang kebanyakan berasal dari negara-negara Amerika Tengah. 

Sejumlah anggota parlemen AS yang telah mengunjungi pusat penahanan juga melaporkan banyak fasilitas yang tidak memadai seperti tak ada air, hingga obat-obatan baik bagi anak-anak maupun orang dewasa yang membutuhkan. Bahkan, terdapat larangan mandi selama dua pekan karena kondisi tersebut. 

Trump mengatakan memiliki rasa simpati kepada para migran yang berada di sejumlah pusat tahanan di AS. Namun, ia meminta jika mereka tidak dapat menerima kondisi di fasilitas-fasilitas tersebut, maka akan jauh lebih baik untuk berpikir menjadi migran di negara adidaya tersebut. 

“Jika para imigran ilegal tidak senang dengan kondisi di pusat-pusat penahanan yang dibangun dengan cepat atau yang diperbaiki, katakan saja pada mereka untuk tidak datang dan semua masalah terpecahkan!” ujar Trump melalui jejaring sosial Twitter. 

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador juga mengatakan akan memberantas migrasi tidak resmi atau tanpa dokumen. Puluhan ribu pasukan keamanan nasional negara yang menjadi jalur migran melintas menuju AS tersebut telah dikerahkan ke perbatasan negara. 

Otoritas imigrasi nasional Meksiko pada pekan lalu mengatakan jumlah deportasi melonjak sebesar 33 persen pada Juni. Sementara, DHS memperkirakan penurunan 25 persen migran yang selama ini ditahan di sepanjang perbatasan AS-Meksiko pada bulan yang sama. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA