Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Turki Perintahkan Penangkapan 176 Tentara Terkait Kudeta

Selasa 09 Jul 2019 15:02 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

Warga mengibarkan bendera Turki saat berkumpul di Lapangan Taksim, Sabtu, 16 Juli 2016. Warga turun ke jalan menolak aksi kudeta terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Warga mengibarkan bendera Turki saat berkumpul di Lapangan Taksim, Sabtu, 16 Juli 2016. Warga turun ke jalan menolak aksi kudeta terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Foto: AP Photo/Emrah Gurel
Turki menyatakan Fethullah Gulen sebagai otak kudeta gagal pada 15 Juli 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Turki memerintahkan penangkapan 176 personel militer sehubungan dengan kecurigaan mengenai keterkaitan mereka dengan upaya kudeta tiga tahun lalu, kata kantor kepala jaksa Istanbul, Selasa (9/7). Di antara yang ditangkap adalah seorang kolonel, dua letnan kolonel, lima mayor, tujuh kapten dan 100 letnan dalam operasi yang mencakup Angkatan Darat, Angkatan Udara dan Angkatan Laut.

Turki menyatakan tokoh agama yang berpusat di AS, fethullah gulen sebagai otak kudeta gagal pada 15 Juli 2016. Gulen telah membantah keterlibatan apa pun. Anadolu melaporkan operasi penangkapan ini tengah dilakukan di berbagai provinsi di seluruh penjuru Turki.

Dalam peristiwa tiga-tahun setelah upaya kudeta tersebut, lebih dari 77 ribu orang telah dipenjarakan sambil menunggu pengadilan dan sebanyak 150 ribu pegawai negeri, personel militer serta yang lain telah dipecat atau diskors dari pekerjaan mereka. Sekutu Barat Turki dan kelompok hak asasi manusia telah mengkritik luasnya penindasan.

Baca Juga

Mereka mengatakan Presiden recep tayyip erdogan telah menggunakan upaya kudeta yang gagal sebagai dalih untuk menumpas orang-orang yang berbeda pendapat. Turki telah membela penindasan itu sebagai tindakan yang perlu dijalankan untuk membersihkan lembaga keamanan dari ancaman yang dihadapi Turki dan berikrar akan menghapuskan jaringan Gulen.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA