Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

PM Irlandia Minta Maaf kepada Penyintas Pelecehan Seksual

Rabu 10 Jul 2019 17:59 WIB

Rep: Lintar Satria / Red: Nur Aini

Leo Varadkar

Leo Varadkar

Foto: REUTERS/Clodagh Kilcoyne
Irlandia meminta maaf karena salah menafsirkan keputusan pengadilan HAM Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBLIN -- Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkar meminta maaf kepada penyintas pelecahan seksual di sekolah. Permintaan maaf itu dilakukan setelah pengadilan memutuskan pemerintah salah menafsirkan keputusan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa sehingga para penyintas tidak mendapatkan ganti rugi.

Kasus tersebut diputuskan berdasarkan 13 orang yang menolak kompensasi. Tapi ada 350 penyintas pelecehan seksual yang juga terkena dampak keputusan tersebut. 

Baca Juga

"Saya yakin pelecehan seksual kejahatan yang paling keji, terutama ketika korbannya anak-anak, (dampaknya) akan tetap tertanam selamanya, kepercayaan terkhianati, hidup hancur selamanya dan keluarga berantakan," kata Varadkar, seperti dilansir dari BBC, Rabu (10/7). 

Atas nama pemerintah Varadkar meminta maaf kepada orang yang dilecehkan ketika mereka masih anak-anak atau di sekolah siang sebelum 1992. Ia juga mengatakan pemerintah minta maaf karena terlambat menyadari kewajiban untuk melindungi mereka. 

Varadkar menambahkan skema ganti-rugi akan dibuka kembali agar para penyintas mendapatkan akses terhadap kompensasi. Conor O'Mahony dari Klinik Hukum Anak University College di Cork mengatakan permintaan maaf tidak ada artinya, "jika negara membuat pembedaan dalam memperlakukan orang yang dilecehkan secara seksual," kata O'Mahony kepada the Irish Times. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA