Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Dubes Inggris untuk AS Mengundurkan Diri

Rabu 10 Jul 2019 18:56 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat (AS) Kim Darroch

Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat (AS) Kim Darroch

Foto: Gov.uk
Dubes Inggris untuk AS mundur setelah memo tentang inkompetensi Trump bocor.

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON -- Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat (AS) Kim Darroch mengundurkan diri dari jabatannya pada Rabu (10/7). Keputusan itu dia ambil setelah memo rahasia yang dikirimnya untuk Pemerintah Inggris bocor. 

Dalam surat pengunduran dirinya, Darroch mengatakan bahwa sejak memo rahasia bocor, terdapat banyak spekulasi tentang posisi dan lama masa jabatannya sebagai duta besar. "Saya ingin mengakhiri spekulasi itu. Situasi saat ini membuat saya tidak mungkin menjalankan peran saya seperti yang saya inginkan," ucapnya. 

Baca Juga

Dalam memo rahasia yang bocor, Darroch memberi penilaian terhadap pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Menurut dia, pemerintahan Trump tak kompeten dan mengalami disfungsi.  Selain itu, dia pun menyinggung tentang rumor adanya perselisihan di internal Gedung Putih. Dia mengklaim bahwa sebagian besar kabar tersebut benar. 

Hal itu seketika memantik kemarahan Trump. Pada Selasa (9/7), Trump menghujat Darroch melalui akun Twitter pribadinya. "Duta besar yang aneh yang ditunjuk Inggris untuk AS bukanlah seseorang yang kita sukai, seorang pria yang sangat bodoh," ujarnya. 

Trump pun turut menyerang Perdana Menteri Inggris Theresa May. Menurut Trump, May telah melakukan kebodohan dalam mencari kesepakatan terkait hengkangnya Inggris dari Uni Eropa. 

Pernyataan itu pun dikritik Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt. Dia menilai, Trump sama sekali tak menunjukkan rasa hormat. 

"Komentar-komentar (Trump) ini tidak sopan dan salah untuk Perdana Menteri dan negara saya,” kata Hunt melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa (9/7).

Hunt berpendapat, para diplomat atau duta besar AS di setiap negara pasti akan memberikan pendapat dan pengamatannya kepada menteri luar negeri. Hal itu pun dilakukan duta besar Inggris di AS. 

“Saya tidak menyebarkan penilaian duta besar mengenai pemerintah AS atau hubungan dengan pemerintah AS, tapi saya benar-benar membela haknya untuk melakukan penilaian jujur itu dan sangat penting bahwa diplomat kami di seluruh dunia terus dapat melakukannya,” kata Hunt.  

“Anda (Trump) mengatakan aliansi Inggris-AS adalah yang terbesar dalam sejarah dan saya setuju, tapi sekutu perlu memperlakukan satu sama lain dengan hormat, seperti yang dilakukan Theresa May dengan Anda,” ujar Hunt. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA