Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Satu Ton Konfeti Sambut Timnas Putri AS di New York

Kamis 11 Jul 2019 04:14 WIB

Red: Indira Rezkisari

Publik menyambut rombongan Timnas Putri AS dalam parade Ticker-Tape di sepanjang Canyon of Heroes, New York, Kamis (11/7).

Publik menyambut rombongan Timnas Putri AS dalam parade Ticker-Tape di sepanjang Canyon of Heroes, New York, Kamis (11/7).

Foto: AP
Kemenangan timnas putri AS membawa inspirasi bagi banyak kalangan.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Di tengah konfeti yang dilemparkan di udara dan sorakan soal kesetaraan gaji, Kota New York, Kamis (11/7), menyambut tim nasional putri AS dengan parade Ticker-Tape untuk merayakan kemenangan pada Piala Dunia 2019. Dalam paradepara pemain dijuluki sebagai simbol hak-hak perempuan.

Tim yang unggul 2-0 atas Belanda pada laga final Piala Dunia 2019 itu menutup perayaannya yang menarik perhatian pemirsa televisi. Mereka membuktikan popularitas timnas putri AS yang telah menjuarai kompetisi internasional putri dan memenangi gelar juara dunia keempat kali.

Namun parade di kawasan perekonomian New York itu bukan hanya sekadar penghargaan atas kemenangan timnas. Pesta tersebut merupakan sorotan atas perjuangan tim menuntut bayaran yang sama dengan rekannya di tim sepakbola putra, yang kemudian meluas pada isu kesetaraan gaji bagi pekerja perempuan.

Ribuan orang rela menekan batas polisi yang terbuat dari logam untuk dapat melihat sekilas para pemain bintang seperti Alex Morgan, Carli Lloyd dan Megan Rapinoe, peraih skor terbanyak dan kapten yang berani bicara blak-blakan, saat mereka melewati peserta parade dalam kendaraan yang terbuka. "Saya ingin anak perempuan saya mengetahui apa yang dapat dan yang seharusnya wanita lakukan," kata Gabrielle Blecher, ibu dari anak usia 11 dan 13, yang rela libur dari pekerjaannya di kantor untuk turut bergabung dalam parade.

Olivia Ciampi yang ikut parade bersama ibunya juga setuju tuntutan kesetaraan gaji untuk tim sepakbola wanita hingga saat ini masih buntu dan tidak ada kejelasan. "Mereka telah bekerja keras dan memenangi banyak kejuaraan, dan mereka pantas mendapatkan gaji yang setara," katanya.

photo

Timnas putri AS merayakan kemenangannya di Balai Kota setelah Parade Ticker Tape, Kamis (11/7), di New York. Timnas putri AS mengalahkan Belanda 2-0 di Piala Dunia Wanita.

Pada Maret, keseluruh 28 pemain menuntut Federasi Sepakbola AS dengan tuduhan melakukan diskriminasi gender dan permintaan gaji yang setara dengan rekan pria sesama pesepakbola nasional. "Kami akan tetap bersama mereka. Gaji yang setara untuk pekerjaan yang sama," kata Gubernur New York Andrew Cuomo dalam konferensi persnya saat pembukaan parade. Ia juga telah menandatangani Undang-Undang (UU) soal kesetaraan gaji yang diberikan oleh Badan Pembuat UU New York tahun ini.

Meskipun menghasilkan kontroversi, atmosfer pesta sangat terasa. Aksi damai itu dimeriahkan oleh marching band dan perempuan-perempuan dalam motor pun turut mengantarkan mobil yang membawa para pemain, pelatih dan staf yang tiba di Broadway menuju City Hall.

Pada akhir parade, Wali Kota Bill de Blasion mengajak tim berkeliling kota. Parade Ticker-Tape merupakan tradisi New York pada abad ke-19.

Perhormatan terakhir diberikan kepada Charles Lindbergh setelah penerbangan solonya melewati Atlantik. Kemudian Neil Armstrong dan 11 astronot Apollo setelah menyelesaikan misinya ke bulan, juga Nelson Mandela.

Dalam beberapa dekade terakhir, penghormatan dengan parade Ticker-Tape diberikan pada tim kemenangan termasuk tokoh besar Amerika. Sekitar satu ton konfeti dari potongan kertas dilemparkan dari 20 kaca gedung. Menurut Aliansi Penduduk Kota New York dan organisator parade, kegiatan tersebut sudah jarang dilakukan, dikutip Reuters.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA