Kamis 11 Jul 2019 10:07 WIB

Mundurnya Dubes Inggris Berdampak ke Diplomasi Internasional

Mundurnya dubes Inggris Kim Darroch berdampak pada diplomasi internasional.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah
Duta Besar Inggris untuk AS Kim Darroch mengundurkan diri setelah memonya bocornya ke publik dan memicu kemarahan Presiden AS Donald Trump.
Foto: AP Photo/Sait Serkan Gurbuz
Duta Besar Inggris untuk AS Kim Darroch mengundurkan diri setelah memonya bocornya ke publik dan memicu kemarahan Presiden AS Donald Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Seorang ahli menyatakan pengunduran diri Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat (AS) Kim Darroch disebut dapat memiliki dampak pada diplomasi internasional. Pengunduran dilakukan setelah kontroversi mengenai memo yang bocor di mana ia mengkritik Presiden AS Donald Trump.

Diplomat veteran membela Darroch dengan mengatakan itulah pekerjaan seorang duta besar. "Dia melaporkan sesuai keinginannya, dia menyarankannya sesuai keinginannya, dan dia mengabarkannya melalui kabel rahasia. Inilah yang seharusnya dilakukan para duta besar," kata Presiden Dewan Hubungan Luar Negeri dan mantan diplomat AS Richard Haass, dilansir dari Guardian, Kamis (11/7).

Baca Juga

"Dia tidak melakukan tugasnya kepada perdana menteri atau menteri luar negeri jika dia tidak memberikan pendapatnya atau nasihatnya yang jujur," ucap Haass.

Mantan duta besar Inggris Christopher Meyer juga menyampaikan pendapatnya melalui Twitter. "Kemarahan besar bahwa Kim Darroch telah dijatuhkan oleh kebocoran yang memalukan dan reaksi dendam Presiden AS. Kim tidak bersalah dalam urusan yang menyedihkan ini," kata dia.

Darroch mengajukan pengunduran dirinya pada Rabu, tiga hari setelah penilaian pribadinya atas administrasi Trump bocor pada Ahad. Selain mengatakan pemerintahan AS saat ini disfungsional, Darroch mengatakan Trump memancarkan rasa tidak aman.

Komentar itu dengan cepat memicu pertikaian diplomatik antara AS dan Inggris. Trump bersumpah tidak lagi berurusan dengan Darroch dan mengecamnya sebagai orang yang sangat bodoh. Selain itu, Trump juga menyerang Perdana Menteri Inggris Theresa May yang mendukung Darroch.

"Situasi saat ini membuat saya tidak mungkin menjalankan peran saya seperti yang saya inginkan," ujar Darroch dalam surat pengunduran diri pada Rabu.

Kepala staf untuk wakil presiden Mike Pence, Marc Short, mengatakan langkah itu mungkin jalan yang benar. "Saya pikir kenyataannya adalah mengingat beberapa hari terakhir kemampuannya untuk menjadi efektif mungkin terbatas," kata Short kepada wartawan, Rabu.

"Sampai saat ini saya pikir diplomat mampu berkomunikasi dengan pemerintahnya secara jujur dan memberi informasi berharga. Saya pikir akan ada perubahan besar tentang bagaimana diplomasi berjalan," kata mantan jurnalis dan sosialita yang kerap menghadiri pesta yang digelar Darroch, Sally Quinn.

Darroch memiliki hubungan dekat dengan pemerintahan AS. Putri Trump, Ivanka Trump dan suaminya Jared Kushner kerap menghadiri pestanya. Begitu juga dengan mantan sekretaris media Gedung Putih Sarah Sanders dan Sean Spicer.

Quinn mengatakan mungkin Trump frustrasi karena tahu sumber informasi darroch adalah stafnya sendiri. "Darroch sering menghibur orang-orang Trump, dan mereka menyukainya. Ini memalukan bagi Trump karena sumbernya dari orang dalam," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement