Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Badai Hujan Es di Yunani Tewaskan Wisatawan

Kamis 11 Jul 2019 21:30 WIB

Rep: Fergi nadira/ Red: Dwi Murdaningsih

Badai (ilustrasi)

Badai (ilustrasi)

Foto: Reuters
Badai menumbangkan pepohonan, dan atap rumah warga.

REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA - Badai hujan es yang disertai angin kencang melanda Yunani, Rabu (10/7) malam waktu setempat. Akibatnya, enam wisatawan asing, termasuk dua anak-anak tewas, dan lebih dari 100 orang lainnya terluka.

Badai menumbangkan pepohonan, dan atap rumah warga. Tayangan televisi setempat menunjukkan angin kencang menyapu sebuah restoran di semenanjung Halkidiki, sebuah wilayah yang terkenal di kalangan wisatawan di musim panas.

Kursi-kursi untuk berjemur di pantai terekam dipenuhi puing-puing batang pohon dan terlihat porak poranda. Jalanan utama di kota juga dipenuhi dengan pohon pinus yang tumbang.

"Ini adalah pertama kalinya dalam 25 tahun karir saya bahwa saya telah hidup melalui sesuatu seperti ini," ujar direktur Nea Moudania Medical Center Athansios Kaltsas seperti dikutip Huuriyet Daily News, Kamis (11/7).

Banyak dari para korban luka, mengalami patah tulang karena tertimpa atap rumah atau pepohonan. "Itu sangat tiba-tiba, dan sangat tiba-tiba," katanya.

Kaltsas mengatakan, pasien yang dibawa ke rumah sakit berusia antara 8 bulan hingga lebih dari 70 tahun. Beberapa dari merkea menderita cedera kepala akibat pohon dan benda jatuh lainnya.

Dua turis lansia asal Ceko meninggal dunia ketika angin kencang dan air menyapu kendaraan mereka. Di tempat lain di wilayah itu, seorang wanita dan seorang bocah lelaki berusia 8 tahun asal Rumania meninggal dunia setelah sebuah atap ambruk di sebuah restoran di Nea Plagia.

Sementara dua laki-laki asal Rusia meninggal dunia setelah sebuah pohon tumbang di dekat hotel mereka di kota Potidea di tepi laut. Sebanyak 100 orang lainnya terluka, termasuk 23 yang dirawat di rumah sakit.

Perdana Menteri yang baru terpilih, Kyriakos Mitsotakis membatalkan jadwalnya. Dia kemudian memberikan pengarahan tentang situasi badai.

"Dalam beberapa hari mendatang semua kerusakan akan diperbaiki," ujar Menteri perlindungan Warga Negara Yunani Mihalis Chrisochoidis kepada wartawan dari tempat kejadian. Ia menyatakan duka mendalam atas hilangnya nyawa akibat badai.

Dalam beberapa hari ini, Yunani dilanda cuaca ektrem. Selama badai, ada pemadaman listrik yang meluas. Cuaca buruk seperti ini pun tidak biasa di Yunani, sebab di sana kerap terjadi musim panas, dan kering. Ahli meteorologi Klearxos Marousakis menggambarkan kondisi cuaca kini adalah suatu hal yang sangat tidak seperti biasanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA