Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

PBB Khawatirkan Kondisi Kamp Pengungsi di Tenggara Suriah

Kamis 11 Jul 2019 22:29 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nashih Nashrullah

  Seorang anak berdiri di pintu tenda kamp pengungsi asal Suriah di desa Deir Zannoun, lembah Bekaa, Lebanon, Rabu (7/1). (AP/Hussein Malla)

Seorang anak berdiri di pintu tenda kamp pengungsi asal Suriah di desa Deir Zannoun, lembah Bekaa, Lebanon, Rabu (7/1). (AP/Hussein Malla)

Kondisi kamp pengungsi dihuni sekitar 25 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, PBB Khawatirkan Kondisi 25 Ribu Pengungsi yang Terlantar di Suriah

 

Baca Juga

NEW YORK — PBB mengatakan kekhawatiran terhadap sebuah kamp di wilayah tenggara Suriah dilaporkan para relawan kemanusiaan pada Rabu (10/7). Menurut laporan tersebut, kondisi yang mengerikan dialami sekitar 25 ribu orang yang terlantar di sana. 

“Rekan-rekan kami, para pekerja kemanusiaan khawatir dengan kondisi di Rukban, wilayah tenggara Suriah yang berbatasan dengan Yordania karena sekitar 25 ribu orang terlantar dan terus hidup dalam kondisi yang mengerikan,” ujar wakil juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dilansir  Bernama, Kamis (11/7). 

Gutteres mengatakan para pengungsi yang berada di kamp tersebut memiliki akses yang sangat terbatas terhadap segala bentuk fasilitas. Termasuk untuk berbagai fasilitas dasar seperti kesehatan, makanan pokok, serta bantuan kemanusiaan lainnya.   

Lebih dari 16 ribu orang dilaporkan telah meninggalkan Rukban sejak Maret lalu. Diperkirakan jumlah tersebut mencapai 40 persen dari perkiraan total populasi sebesar 41.700 orang.  

"Orang-orang yang meninggalkan Rukban menerima bantuan dasar di tempat penampungan sementara di Homs, sebelum melanjutkan untuk pindah ke daerah pilihan mereka,” kata Gutteres.   

Menurut Gutteres, kebanyakan pengungsi yang pindah dari Rukban saat ini pergi menuju wilayah selatan dan timur Homs. PBB telah mendapat akses untuk mendatangi beberapa tempat penampungan di Homs.  

Dalam tiga kesempatan, kata dia, PBB menemukan bahwa fasilitas di tempat penampungan di Homs memadai. Karena itu, PBB berusaha mengajukan rencana membantu kamp pengungsian di Rukban dan saat ini tengah menunggu persetujuan dari Pemerintah Suriah. 

Rencana tersebut termasuk transportasi bagi orang-orang yang ingin pergi dari Rukban, serta memberi bantuan kemanusiaan bagi mereka yang memutuskan untuk tetap tinggal. PBB terus menekankan pentingnya akses kemanusiaan yang aman, berkelanjutan, dan tanpa hambatan ke Rukban, serta semua pihak yang membutuhkan di Suriah. 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA