Rabu, 14 Zulqaidah 1440 / 17 Juli 2019

Rabu, 14 Zulqaidah 1440 / 17 Juli 2019

Donald Trump Serang Perusahaan Media Sosial

Jumat 12 Jul 2019 08:22 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Laman Twitter Presiden AS, Donald Trump

Laman Twitter Presiden AS, Donald Trump

Foto: VOA
Donald Trump mencaci perusahaan media sosial, pers, dan Partai Demokrat.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerang perusahaan media sosial dan media sebelum 'Pertemuan Media Sosial' di Gedung Putih. Acara tersebut dikabarkan hanya diikuti kelompok-kelompok konservatif. 

Dalam cicitannya di Twitter, Trump mencaci perusahaan media sosial, pers, dan Partai Demokrat. Sementara, ia menyebut dirinya sendiri sebagai 'tampan dan sangat pintar, seorang jenius sejati'. 

Baca Juga

"Tema besar Pertemuan Media Sosial di Gedung Putih adalah ketidakjujuran, bias, diskriminasi, dan tekanan yang dipraktikkan beberapa perusahaan. Kami tidak akan membiarkan mereka lebih lama lagi. Media berita palsu juga akan di sana tapi dalam waktu yang terbatas," tulis Trump di Twitter, Kamis (11/7). 

Google, Facebook, dan Twitter tidak diundang dalam pertemuan tersebut. Perwakilan mereka sudah mengkonfirmasi hal itu.

Trump memiliki lebih dari 61 juta pengikut di Twitter. Ia menuduh Twitter membuat 'orang sangat sulit untuk bergabung dengannya' dan 'lebih sulit lagi baginya untuk mengirimkan pesan'. Ia menyinggung perusahaan itu mungkin sudah melakukan tindakan ilegal dan harus dituntut. 

Trump kerap menyerang pers di banyak kesempatan. Kali ini ia mengatakan berita palsu (fake news) tidak penting dan berpengaruh seperti media sosial. Ia memprediksi sirkulasi media-media yang mengkritiknya akan bangkrut ketika ia sudah tidak lagi menjabat. 

"Ketika saya meninggalkan jabatan dalam enam tahun atau mungkin 10 atau 14 (hanya bercanda), mereka akan cepat bankrut karena tidak memiliki kredibilitas atau persetujuan dari publik, itulah mengapa mereka mendukung saya di beberapa titik, dengan satu atau lain cara," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA